Jakarta, (30/9). Dinilai Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P. Ahmad, bahwa pembangunan Jakarta sebagai kota global, harus tetap dibarengi dengan penguatan identitas budaya, khususnya budaya Betawi.
“Menuju kota global itu, salah satu credit point atau identitasnya itu adalah budayanya harus ada,” ujar Riano dalam Pagelaran HUT ke-44 Bamus Betawi dan HUT Kota Jakarta 2026 di Grand Orchardz Hotel Rajawali Kemayoran, Jakarta, Selasa (29/9).
Ditekankan Legislator Partai NasDem di DPRD DKI Jakarta itu, bahwa budaya Betawi perlu terus dikembangkan, agar tetap relevan di tengah perubahan Jakarta. Bamus Betawi, kata dia, juga berkontribusi dalam proses terbentuknya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi serta terus menyerap aspirasi masyarakat.
Dinilai Riano, momentum Jakarta menuju usia lima abad pada 2027, jadi kesempatan untuk memperkuat peran masyarakat Betawi dalam perkembangan kota.
“Banyak PR-PR kita ke depan, bagaimana nantinya menghadapi kota global dan juga yang paling penting tahun depan Jakarta 5 abad atau 500 tahun,” katanya.
Ditegaskan olehnya, bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak. Bamus Betawi selama ini berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, termasuk Dinas Kebudayaan dan Kesbangpol.
“Ke depan, kita berharap kesolidan, kekompakan yang selama ini sudah kita berikan dan kita wujudkan, harus kita teruskan,” ujar Riano yang juga Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta.
Diapresiasi olehhnya, terkait dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap Bamus Betawi. Berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2015, Bamus Betawi memiliki posisi sebagai mitra Pemprov DKI dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi. (JHL.7)