Sorong Selatan, (27/10). Anggota Komisi VII DPR RI daari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia mendorong pengembangan desa kreatif sebagai penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Potensi kerajinan lokal dan pariwisata dinilai perlu diintegrasikan untuk membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan warga.
Dorongan itu disampaikan Rico, dalam kegiatan Aktivasi Desa Kreatif melalui Pengembangan Ruang Kreatif, Senin (26/10/2026). Kegiatan yang diikuti 60 peserta, termasuk perajin noken dan penganyam tersebut menjadi upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Program itu dilaksanakan melalui Direktorat Fasilitas Infrastruktur, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama mitra Komisi VII DPR RI.
Disampaikan Legislator NasDem dari Dapil Papua Barat Daya itu, bahwa pengembangan ekonomi kreatif harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjaga keberlanjutan kerajinan lokal, kegiatan ekonomi kreatif diharapkan mampu menciptakan sumber penghasilan tambahan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Tujuan kegiatan ini agar ekonomi kreatif kerakyatan bisa lebih hidup dan membantu masyarakat mendapatkan tambahan penghasilan untuk menyejahterakan keluarga,” ujar Rico.
Menurut dia, pengembangan ekonomi kreatif di Sorong Selatan memiliki peluang besar jika terhubung dengan sektor pariwisata. Kampung-kampung yang memiliki potensi wisata perlu dipersiapkan secara bertahap agar berkembang menjadi desa wisata mandiri.
Diusulkan juga oleh Rico, integrasi destinasi wisata dengan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati destinasi yang dikunjungi, tetapi juga membeli produk lokal sebagai oleh-oleh.
Salah satu gagasan yang disampaikan, ialah skema tambahan biaya sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 bagi wisatawan, yang dikaitkan dengan penyediaan oleh-oleh hasil karya pelaku ekonomi kreatif setempat. Diharapkan skema tersebut, dapat memperluas pasar produk lokal dan menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
“Dengan demikian, ada integrasi antara sistem pariwisata, wisatawan, produk UMKM, dan ekonomi kreatif yang ada di sini,” kata Rico.
Diakui olehnya, integrasi tersebut membutuhkan persiapan dan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, pengembangan desa kreatif harus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan sektor pariwisata.
Ditegaskan Rico, pelaku ekonomi kreatif tidak boleh hanya bergantung pada bantuan pemerintah maupun pengajuan proposal. Peningkatan kualitas produk, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang pasar menjadi kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dilanjutkan dia, bahwa Kerajinan noken, anyaman, dan produk kreatif lainnya, memiliki peluang menjadi identitas lokal sekaligus daya tarik wisata Sorong Selatan. Potensi tersebut perlu dikelola agar menghasilkan nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Diharapkan Rico, melalui aktivasi desa kreatif, potensi lokal Sorong Selatan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mendorong kemandirian masyarakat. (JHL.7)