Probolinggo, (29/10). Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, menyoroti perundungan dan kesehatan mental generasi muda.
Dalam keterangannya, diminta oleh Dini, pembentukan pemuda tangguh menjadi tanggung jawab bersama, bukan sekadar menempelkan label ‘generasi stroberi’.
“Pemuda dan pemudi hari ini kita harus bangkit, harus tangguh karena zaman ini luar biasa,” ujar Dini, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi yang fluktuatif, globalisasi, dan perubahan zaman menjadi tantangan yang harus dihadapi pemuda. Di tengah situasi tersebut, kesehatan mental perlu mendapat perhatian serius.
Dini yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, juga menyoroti kemungkinan berulangnya perundungan. Ia menilai pelaku bisa memiliki pengalaman sebagai korban, sementara korban juga berpotensi menjadi pelaku.
“Kalau saya melihat sih pelaku itu juga adalah korban. Kemudian korban juga bisa menjadi pelaku,” katanya.
Oleh karena itu, ditekankan Dini, mengenai pentingnya pendidikan dan pendampingan untuk membangun ketangguhan anak. Sekaligus diingatkan juga olehnya, agar generasi muda tidak terus dilekatkan dengan sebutan yang merendahkan.
“Jangan lagi ada kata-kata generasi ini generasi stroberi,” tegasnya.
Disebutkan Dini, bahwa orangtua, guru, pendidik, dan lingkungan masyarakat memiliki peran dalam membentuk pemuda yang mampu menghadapi tantangan serta siap menjadi pemimpin.
“Ini juga PR kita, PR orangtua,” ujarnya. (JHL.7)