Fraksi NasDem

Tingkatkan SDM NTT, Viktor Laiskodat Biayai Pendidikan Mahasiswa-Dosen ke Luar Negeri

03 Nov 2026, 15:16 WIB 3 MENIT BACA 5
Tingkatkan SDM NTT, Viktor Laiskodat Biayai Pendidikan Mahasiswa-Dosen ke Luar Negeri
Oleh: Admin Editor

Kupang, (3/11). Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kemajuan Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan NTT II, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyatakan kesediaannya membiayai 10 dosen atau mahasiswa Politeknik Negeri Kupang untuk belajar teknologi permesinan di Tiongkok. Program itu diharapkan melahirkan tenaga terampil yang mampu mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan industri dan masyarakat NTT.

Komitmen tersebut disampaikan Viktor saat memberikan kuliah umum bertema'Otak, Akar&Algoritma: Menjadi Generasi NTT yang Berdaya Pikir, Berakar Budaya, dan Berani Mencipta di Era AI'di Politeknik Negeri Kupang, Senin (2/11/2026).

Diinginkan Viktor, peserta yang diberangkatkan tidak berhenti pada penguasaan teori atau kemampuan mengoperasikan mesin. Mereka diharapkan mampu memahami cara kerja peralatan, membongkar dan memperbaiki kerusakan, hingga mengembangkan serta mereplikasi teknologi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di daerah.

“Saya ingin ada 10 orang yang belajar mesin ke China. Dosen atau mahasiswa boleh. Saya yang akan membiayai. Setelah kembali, mereka harus mampu mengembangkan dan mereplikasi teknologi mesin yang bisa kita gunakan untuk menjawab kebutuhan di NTT,” kata Viktor.

Menurut dia, kesempatan belajar di Tiongkok dapat membuka wawasan peserta mengenai perkembangan industri, penguasaan teknologi, dan budaya kerja. Pengalaman tersebut perlu diterjemahkan menjadi kemampuan nyata ketika mereka kembali ke NTT.

“Kalau kita ke China, adik-adik akan melihat bagaimana perusahaan-perusahaan besar bekerja. Setelah kembali ke sini, kita bisa lebih cepat melakukan berbagai terobosan,” ujarnya.

Dinilai Viktor, bahwa penguasaan teknologi menjadi penting karena NTT memiliki beragam potensi ekonomi yang membutuhkan dukungan inovasi. Sektor kelautan, perikanan, dan produksi garam, misalnya, dapat dikembangkan lebih jauh apabila didukung mesin dan teknologi pengolahan yang sesuai.

Dicontohkan olehnya, kebutuhan teknologi pengolahan garam agar produksi dapat tetap berlangsung ketika musim hujan. Penggunaan mesin dan sumber panas alternatif berpotensi membantu petani garam mengurangi ketergantungan pada sinar matahari dan angin.

Namun, menurut Viktor, pengembangan teknologi harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan kemampuan ekonomi masyarakat. Teknologi yang canggih tidak akan memberikan manfaat optimal apabila biaya pengoperasian dan perawatannya terlalu tinggi.

“Teknologi itu harus tepat guna. Bukan soal canggih, tetapi apakah teknologi itu benar-benar bisa digunakan, berapa biayanya, apa manfaatnya, dan apakah secara ekonomis layak dikembangkan,” katanya.

Karena itu, didorong olehnya, supaya pendidikan vokasi di Politeknik Negeri Kupang semakin memperkuat riset terapan. Mahasiswa dan dosen perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan solusi yang dapat diuji dan diterapkan secara langsung, termasuk melalui kerja sama dengan pelaku industri.

Dinilai oleh Viktor, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan inovasi menjadi produk bernilai ekonomi. Keterlibatan dunia usaha dibutuhkan untuk menguji kelayakan teknologi, mendukung proses produksi, serta membuka akses pemasaran.

“Perguruan tinggi tidak mungkin berkembang sendirian tanpa industri. Harus ada kolaborasi. Riset dan dunia usaha perlu berjalan bersama agar gagasan yang dihasilkan bisa berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar berguna,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan seorang dosen Politeknik Negeri Kupang, apresiasinya atas dukungan dana pribadi Viktor ketika menjabat Gubernur NTT, untuk membantu 24 mahasiswa melanjutkan pendidikan ke Taiwan.

Disebutkan Dosen tersebut, dukungan yang diberikan Viktor mencapai sekitar Rp600 juta. Dari kelompok mahasiswa tersebut, tiga orang kini telah melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral atau S3.

“Terima kasih kepada Pak Viktor. Waktu itu, ada 24 mahasiswa kami yang berangkat ke Taiwan dan Pak Viktor membantu dengan dana sekitar Rp600 juta. Kami juga ingin menyampaikan bahwa tiga orang di antara mereka kini telah melanjutkan studi ke jenjang S3. Ini luar biasa,” ujar dosen tersebut.

Bagi Viktor, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kesempatan menempuh studi di luar negeri, tetapi juga dari kontribusi setelah kembali ke tanah air. Ia berharap generasi muda NTT pulang dengan pengetahuan, keterampilan, dan keberanian menciptakan teknologi yang dibutuhkan daerah. Sebab, kemajuan NTT pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan putra-putrinya sendiri dalam mengolah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi. (JHL.7)

Tags Terkait

#Fraksi NasDem #NasDem
Nining Indrashaleh

"Kita juga mendidik para kader-kader penggerak yang ada di wilayahnya masing-masing sehingga dengan kegiatan-kegiatan ini diharapkan Partai NasDem bisa naik kelas."

Nining Indrashaleh

Gubernur ABN NasDem