Sukabumi (22/9). Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meluncurkan Sukabumi Smart Artificial Intelligence (SUKASAI) di Lobi Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Selasa (22/9). Inovasi ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, transparansi, dan pelayanan publik berbasis teknologi.
Disampaikan Ayep, bahwa penerapan AI harus diiringi penguatan integritas aparatur serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
SUKASAI memiliki dua fungsi utama, yakni memantau kinerja dan kehadiran pegawai secara real-time serta menjadi pusat data terpadu yang dilengkapi agen AI bernama Joy. Platform ini memuat sejumlah data, termasuk kependudukan, pendidikan, dan perizinan usaha.
Menurut Ayep yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi, SUKASAI juga dapat memberikan analisis awal terhadap potensi kesalahan dalam pelaksanaan tugas perangkat daerah berdasarkan data hukum yang ditanamkan dalam sistem. Namun, rekomendasi tersebut tidak bersifat menentukan.
“SUKASAI memberikan rekomendasi tapi tidak menentukan. Pastinya yang menentukan adalah yang memiliki kewenangan di bidang hukum,” ujar Ayep.
Pemerintah Kota Sukabumi mengembangkan konsep blended workforce, dengan manusia berfokus pada aspek etika dan pengambilan keputusan, sementara AI membantu analisis data dan efisiensi kerja.
Selanjutnya, BKPSDM berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mengubah domain menjadi sukasai.sukabumikota.go.id serta mengembangkan SUKASAI sebagai dashboard digital di setiap perangkat daerah. (JHL.7)