Taufik basari tegaskan perlunya profesionalisme dan perbaikan sistem hukum
Jakarta, 17 Agustus. Dalam
rangka peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI, anggota Komisi III DPR RI dari
Fraksi Partai NasDem, Taufik Basari, menyampaikan catatan evaluasi terkait
pelaksanaan sistem hukum di Indonesia.
Taufik Basari menyatakan
bahwa sepanjang tahun 2023 masih terdapat banyak kelemahan dalam penegakan
hukum yang perlu diperbaiki. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya
profesionalisme aparat hukum dan adanya ketentuan-ketentuan yang memerlukan
peninjauan ulang.
"Bagaimana
penanganan secara profesional setiap peristiwa hukum yang terjadi. Beberapa
waktu lalu sempat ramai isu no viral no justice. Jadi kalau tidak viral tidak
ada penanganan serius. Ini harus menjadi catatan penting untuk perbaikan ke
depan," ungkap Taufik.
Taufik Basari juga menyoroti
perbedaan pandangan antara pimpinan dan penegak hukum di tingkat bawah yang
menjadi penyebab isu "no viral no justice".
"Masalah ini
terjadi karena yang di bawah berbeda pandangan dengan yang sudah dirumuskan di
tingkat atas oleh aparat penegak hukum. Ketika itu viral sampai kepada petinggi
Polri, langsung bisa diselesaikan. Nah harusnya kesadaran itu muncul sejak dari
bawah. Tidak harus menunggu perhatian dari atas," tegasnya.
Namun, Taufik Basari juga
memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo karena
upayanya dalam melakukan perbaikan di institusi Polri.
"Kita perlu
memberikan dukungan yang penuh bagi Kapolri agar bisa mengendalikan ini semua,
untuk melakukan perbaikan ke depan. Termasuk juga Kejaksaan Agung dan proses
peradilan, secara umum menunjukan perbaikan meskipun masih ada satu dua kasus
yang harus kita selesaikan,"
tambah Taufik Basari.