Sosialisasi Empat Pilar Melalui Nobar Film 'Maira'Jangkau 1.500 Pelajar dan Mahasiswa
Jakarta, (05/6). Pendidikan kebangsaan harus mampu
menghubungkan nilai-nilai Empat Konsensus Kebangsaan dengan realitas yang
dihadapi generasi penerus bangsa.
"Kami memakai film Teman Tegar Maira: Whisper
from Papua (Maira) sebagai medium untuk menyosialisasikan Empat Konsensus
Kebangsaan kepada generasi muda. Pada kesempatan ini, kami berharap masukan
dari para pendukung film ini untuk pengembangan upaya ke depan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, saat
menerima produser, sutradara, dan para pemeran film Maira di Perpustakaan
Panglima Itam, NasDem Tower, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Hadir pada pertemuan yang bertepatan dengan
peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional 5 Juni, antara lain Siti Nurbaya
(Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI 2014-2024), Nafa Urbach (Ketua
Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif DPP Partai NasDem), Cheroline Chrisye
Makalew (legislator Partai NasDem dari Papua Barat), dr. Chandra Sembiring
(produser film Maira), Anggi Fricsa (sutradara), Elisabeth Sisauta (pemeran
Maira), M. Aldifi Tegarajasa (pemeran Tegar), dan sejumlah pendukung lainnya.
Pada kesempatan itu, produser film Maira, dr.
Chandra Sembiring mengungkapkan, sejumlah keterbatasan dihadapi mereka dalam
penyebaran film bertema sosial dan lingkungan yang sejatinya memiliki konten
yang relevan sebagai bahan edukasi masyarakat.
Chandra berupaya agar konten edukasi dalam film
dapat dinikmati lebih banyak kalangan untuk meningkatkan kepedulian generasi
muda dan masyarakat terhadap masalah-masalah sosial dan lingkungan yang saat
ini memasuki fase krisis.
Sutradara Anggi Frisca mengaku, sangat sulit
mencari produser yang mau membiayai pembuatan film seperti Maira.
Diharapkan oleh Anggi, film karyanya mampu
membangun kepedulian masyarakat terkait bagaimana seharusnya kita membangun
hubungan manusia dengan alam dengan baik.
Diungkapkan Lestari, pihaknya akan terus
mengembangkan metode Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang relevan dan dekat
dengan generasi muda.
Kegiatan nonton bareng (Nobar) film Maira yang
menghubungkan nilai-nilai kebangsaan dengan kesadaran lingkungan dan
keberlanjutan masa depan, akan terus dilakukan.
Diungkapkan juga oleh Rerie sapaan akrab Lestari,
hingga saat ini rangkaian nobar film Maira, sebagai bagian dari Sosialisasi
Empat Pilar Kebangsaan yang telah dilakukan di sejumlah kota, seperti Palu
(Sulawesi Tengah), Kudus (Jawa Tengah), Jakarta (DKI Jakarta), Tangerang
(Banten), dan Jember (Jawa Timur).
Kegiatan nobar yang dilaksanakan di sejumlah kota
tersebut, tambah dia, telah menjangkau sekitar 1.500 pelajar dan mahasiswa.
Melalui medium film, jelas Rerie, peserta diajak
memahami nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dengan pendekatan yang lebih
kontekstual, reflektif, dan dekat dengan realitas yang mereka hadapi
sehari-hari.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI
itu, pendidikan kebangsaan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman
agar mampu menjangkau generasi muda secara lebih efektif.
“Generasi muda tidak cukup hanya memahami Empat
Pilar sebagai konsep normatif. Mereka perlu melihat bagaimana nilai-nilai
tersebut hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara kita memandang
dan menjaga lingkungan hidup sebagai ruang kehidupan bersama,” ujar Rerie.
Dijelaskan oleh Rerie, Film Maira dipilih karena
menghadirkan cerita mengenai hubungan manusia dengan alam, hutan, dan
keberlanjutan kehidupan.
Dalam setiap kegiatan, tambah Legislator dari Dapil
Jawa Tengah II itu, pemutaran film
dipadukan dengan pengantar mengenai Empat Pilar Kebangsaan, sesi refleksi, dan
diskusi yang menghubungkan nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun
1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan tanggung jawab menjaga
keberlanjutan lingkungan.
“Kebangsaan tidak hanya berbicara tentang hubungan
antarmanusia. Kebangsaan juga berbicara tentang bagaimana kita menjaga ruang
hidup bersama. Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga bangsa,” tegasnya.
Sebab, jelas Rerie, berbagai persoalan lingkungan
yang terjadi saat ini pada akhirnya akan diwariskan kepada generasi muda
sebagai tantangan yang harus mereka hadapi.
Dinilai oleh Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem
itu, keberhasilan menjangkau sekitar 1.500 pelajar dan mahasiswa melalui
program ini, menunjukkan bahwa pendekatan melalui film dapat menjadi sarana
yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
“Generasi muda, hari ini, bukan hanya pewaris masa
depan bangsa. Mereka adalah generasi yang akan menentukan apakah bumi yang kita
tinggalkan tetap menjadi tempat hidup yang layak bagi generasi berikutnya.
Karena itu, Generasi Pancasila harus sekaligus menjadi Generasi Penjaga Bumi,” pungkas Rerie.(JHL.7)