Syarief Abdullah Sinkronkan Usulan Daerah dengan Anggaran Infrastruktur Pusat
Pontianak, (07/5). Ditekankan oleh Anggota Komisi V
DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, mengenai pentingnya sinkronisasi data
pembangunan antara pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan infrastruktur
Kalimantan Barat (Kalbar) tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikannya, saat pertemuan dengan
Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) I, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional
(BPJN), Cipta Karya, dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP3KP) di
Pontianak, Kalbar, Kamis (7/5/2026).
Syarief menaruh perhatian khusus pada sektor
irigasi dan mitigasi banjir, terutama Program Percepatan Peningkatan Tata Guna
Air Irigasi (P3AI)dan penguatan tebing di Kubu Raya. Ia meminta agar efisiensi
anggaran negara tidak mengurangi kualitas pengerjaan di lapangan.
“Saya minta kegiatan P3AI irigasi dikontrol ketat.
Tolong diawasi pelaksanaan dan pengerjaannya agar hasilnya maksimal,” tegas Syarief.
Selain pengairan, Syarief mendorong percepatan
program Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) yang dinilai relevan dengan
geografis Kalbar.
Ia juga berkomitmen mengawal usulan tambahan
anggaran Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026 serta pembangunan sejumlah jembatan
gantung di Mempawah, Landak, hingga Kubu Raya.
Syarief memastikan di sektor perumahan, 2.477 unit
bantuan bedah rumah (BSPS) hasil aspirasinya telah terverifikasi. Ditegaskan
olehnya, bahwa seluruh koordinasi ini menjadi basis data penting, untuk
penyusunan anggaran tahun 2027 mendatang.
“Tujuannya agar pembangunan ke depan lebih terarah
dan sesuai dengan kebutuhan mendasar masyarakat Kalbar,” pungkasnya. (JHL.7)