Tindakan Tegas Kepada Pelaku TPPO di Indonesia
Jakarta, 5
Juli. Sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) perlu ditindak tegas
apalagi jika terdapat keterlibatan oknum aparat. Hal ini ditegaskan oleh Wakil
Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni dalam keterangannya. Ia mendorong aparat
penegak hukum jika dalam kasus TPPO ada oknum aparat yang bermain harus
diberantas habis tidak peduli itu merupakan oknum TNI atau Polri.
Selain
mendukung pemberantasan praktik TPPO, bagi legislator dari Partai NasDem itu
penanganan Pekerja Migran Indonesia harus lebih diseriusi lagi. Menurutnya
pelaku pengirim PMI illegal ke luar negeri harus diproses secara hukum.
“Itulah para oknum dan pelaku mafia pengiriman
tenaga kerja ilegal yang sangat memprihatinkan. Maka itu saya minta tolong sama
Pak Mahfud untuk sikapi ini secara serius dan harus berantas semuanya,” imbuhnya.
Sebelumnya
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Polhukam),
Mahfud MD mengatakan sebanyak 14 PMI tertahan di rumah sakit luar negeri karena
ginjalnya dijual. Hal ini dilanjutkan oleh Badan Pekerja Migran Indonesia
(BP2MI) sebagai sindikat perdagangan orang yang tidak tersentuh selama
bertahun-tahun. Hal ini diduga karena adanya keterlibatan oknum aparat TNI dan
Polri serta beberapa lembaga lain yang juga termaksud didalamnya.
“Terkait keterlibatan pihak-pihak dari
kementerian/lembaga, sudah dari tiga tahun lalu kenapa mereka terus jadi
kelompok the untouchable di negeri ini, karena selalu dibekingi oknum-oknum
yang memiliki atributif-atributif kekuasaan dan ini era keterbukaan,” ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani.