Perubahan Mindset sebagai Hakikat Gerakan Perubahan
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh
memberikan arahan kepada para kader yang sedang mengikuti Sekolah Legislatif di
kampus Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem Pancoran, Jakarta Selatan
(27/01/2020). Ini Sekolah Legislatif Angkatan V yang dilaksanakan oleh ABN
dengan peserta anggota DPRD Tingkat I dan II dari 54 kabupaten/kota dan 33
provinsi. Pelatihan yang diikuti 266 anggota dewan ini berlangsung satu minggu
terhitung sejak 26-31 Januari 2020.
Dalam arahannya Surya Paloh mengingatkan
kembali bahwa para peserta menjadi anggota dewan karena tiga faktor pendukung
yakni partai, diri sendiri, dan masyarakat atau konstituen. Ketiga komponen
yang tidak bisa dipisahkan ini diharapkan memiliki keselarasan atau
keseimbangan. Partai harus memiliki kebanggaan dan strategi untuk meraih tujuan
yang lebih tinggi. Sekolah Legislatif dan Orientasi Sistem Pendukung Fraksi
Partai NasDem menjadi salah satu bukti komitmen Partai NasDem untuk peningkatan
kapasitas. Sementara itu, individu anggota dewan sebagai ujung tombak partai di
parlemen harus berpartisipasi aktif membantu kerja-kerja partai, ikut
meringankan beban partai alih-alih membebani partai. Terkait komponen ketiga,
anggota dewan harus senantiasa menjaga hubungan dengan konstituen atau
masyarakat untuk dapat menyerap aspirasi mereka.
Lebih jauh Ketua Umum mengingatkan peran
anggota dewan sebagai kader partai yang mengusung gerakan perubahan. Ia
menekankan bahwa hakikat perubahan yang diusung partai adalah perubahan cara
berpikir (mindset). Dan perubahan
cara berpikir ini mensyaratkan pelakunya untuk pertama-tama bisa jujur kepada
diri sendiri. Dari kejujuran inilah perubahan baru mungkin untuk dilaksanakan.
Sebagai penutup, Surya Paloh mengajak segenap
anggota DPRD bersama-sama bekerja merawat konstituen sekaligus memperkuat
infrastruktur partai di wilayah masing-masing. Partai NasDem yang berkarakter
nasionalis-religius tidak kalah dari partai yang mengusung simbol keagamaan
sebab NasDem mengemban misi suci memajukan bangsa. Karenanya, Ketua Umum
berpesan, jadilah anggota legiaslatif yang membanggakan, jauh dari
godaan-godaan keburukan moral seperti korupsi dan sejenisnya.[]