Padang Aro, 19
Desember. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, turut
merasakan duka mendalam saat melayat ke rumah Siska Afrina di Kabupaten Solok
Selatan, Sumatra Barat, Senin (18/12). Siska, seorang mahasiswi yang seharusnya
merayakan wisuda pada hari yang sama, menjadi salah satu korban meninggal dunia
akibat erupsi Gunung Marapi.
"Saya pribadi menyampaikan rasa duka yang mendalam
atas peristiwa ini, dan berharap pihak keluarga dapat ikhlas dan tabah
menghadapinya,” ungkap
Lisda.
Ketika bertemu
dengan orangtua Siska, Lisda mendengar kisah haru tentang persiapan wisuda yang
tidak pernah terwujud.
"Siska sesungguhnya telah lama mempersiapkan
toga dan perlengkapan untuk wisudanya, bahkan saat mendaki Gunung Marapi, Siska
membawa selempang wisudanya," tambahnya.
Namun, kehendak
Tuhan membawa Siska ke tempat yang lain, membuat suasana haru dan isak tangis
menyelimuti proses wisuda di Universitas Negeri Padang. Jenazah Siska ditemukan
tiga hari setelah erupsi Gunung Marapi di sekitar lokasi taman edelweis puncak
Gunuang Marapi. Meskipun Siska menjadi korban terakhir yang ditemukan,
keluarganya menggambarkan keadaannya dengan kesan yang penuh kedamaian.
“Anaknya baik, sopan santunnya terjaga. Bahkan saat
ditemukan hingga dikuburkan jenazahnya dalam keadaan tersenyum. Saat ditemuan
juga hanya sedikit luka di pelipisnya,” cerita ibunda Siska.