Yogyakarta (23/2). Ditekankan oleh Wakil
Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, mengenai pembiayaan APBN untuk
infrastruktur berjalan tepat sasaran dan tepat waktu. Menurutnya, Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki posisi strategis di Pulau Jawa, sehingga
pembangunan infrastruktur di wilayah itu berdampak signifikan terhadap sistem transportasi
nasional.
“Wilayah DIY sejak dulu kaya akan
warisan budaya. Dari sisi geografis, posisinya sangat strategis. Kami ingin
memastikan pembangunan maupun pembenahan infrastruktur dan transportasi di DIY
berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Roberth saat memimpin Kunjungan Kerja Reses
Komisi V DPR dengan Wakil Gubernur DIY dan jajaran, di Gedhong Pracimasana,
Kompleks Kepatihan DIY, Yogyakarta, Jumat (20/2/2026).
Ditambahkan oleh Roberth, bahwa ketersediaan
sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai akan mendorong peningkatan
investasi, memacu pertumbuhan ekonomi, serta memperlancar distribusi logistik.
Pada akhirnya, jelasnya, hal tersebut bermuara pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Ditegaskan oleh Legislator asal Dapil
Papua Pegunungan itu, bahwa rombongan Komisi V DPR juga akan meninjau langsung
sejumlah titik strategis, mulai dari Yogyakarta International Airport (YIA),
integrasi KA Bandara dan Stasiun Tugu, hingga progres pembangunan Tol
Solo–Yogyakarta di GT Purwomartani.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk
memastikan kesiapan infrastruktur dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran.
Sementara itu, ditegaskan Wakil Gubernur
DIY, KGPAA Paku Alam X, mengenai komitmen Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta,
untuk menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai instrumen peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Ditekankan oleh Sri Paduka yang
membacakan sambutan Gubernur DIY itu, bahwa pentingnya sinergi antara
pemerintah daerah dan pemerintah pusat, guna memastikan setiap proyek
infrastruktur berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Infrastruktur tidak boleh dipandang
sekadar beton dan baja, melainkan sebagai instrumen pemerataan akses, penguatan
daya saing daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Forum pertemuan
dengan Komisi V DPR RI ini (bagi kami) menjadi ruang dialog konstruktif untuk
menyampaikan capaian, tantangan, serta kebutuhan dukungan kebijakan ke depan,” pungkasnya. (JHL.7)