Data News

Irma Minta Kementerian/Lembaga Berkoordinasi Cegah TPPO

Jakarta, 16 Mei. Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) masih menjadi agenda yang penting bagi Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI), imigrasi dan aparat penegak hukum. Hal ini ditekankan oleh Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani.

Menurutnya, maraknya TPPO di Indonesia karena masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Ini tidak dapat bekerja sendiri-sendiri, harus secara komprehensif. Jika tidak koordinasi, tidak akan bisa hal-hal seperti ini (TPPO) dapat dicegah”.

Bagi Irma banyak korban TPPO merupakan masyarakat di daerah yang kurang mendapatkan sosialisasi dari pemerintah. Sehingga sosialisasi yang masif dari pemerintah dapat memberikan pengaruh dalam hal  prosedur yang legal bekerja ke luar negeri.

“Hal ini yang harus dijadikan perhatian pemda. Pemda jangan hanya mengandalkan pusat. Pemda dan pusat harus berkoordinasi. Itu yang menurut saya harus diperhatikan oleh pemerintah”.

Baru-baru ini Pemerintah dan kepolisian sedang berupaya memulangkan 20 WNI yang menjadi korban TPPO di Myanmar. Mereka diperdagangkan ke sindikat untuk dipekerjakan sebagai scammer atau pelaku penipuan online.

Back to Top