Gerakan hak angket
kecurangan pemilu di DPR RI harus dipimpin oleh KETUA Umum Surya Paloh. Upaya
angket tersebut harus segera digalang oleh fraksi Nasdem atas perintahnya.
Tidak perlu menunggu pertemuan dengan Megawati. Pernyataan tersebut disampaikan
oleh aktivis dan politikus Syahganda Nainggolan, yang dikutip dari YouTube
Bambang Widjojanto Channel pada Selasa (27/2).
Menurut Syahganda,
pertemuan dengan Megawati dapat dilakukan secara paralel. Dalam hitungan
Syahganda, tidak mungkin gerakan Hak Angket DPR tidak akan disetujui oleh
Megawati, sebab kepentingan Megawati atas jalannya demokrasi sudah teruji
berkali-kali.
Isu hak angket untuk
merespons pemilu curang awalnya diajukan oleh capres PDIP, Ganjar Pranowo. Ide
itu menurut Syahganda adalah ide brilian. Namun, mengutip pernyataan Syahganda
di channel tersebut, gerakan angket DPR ini lebih berpotensi dipimpin oleh Surya
Paloh, karena koalisi 01 lebih bebas dari tekanan politik kekuasaan jika
dibandingkan dengan kelompok 03. "Karena
Surya Paloh dan parpol pendukung 01 sudah cukup banyak mengalami tekanan
politik dari kekuasaan selama ini." kata Syahganda yang alumni ITB dan
UI.
"Sebaliknya, Megawati mungkin masih tersandera
beberapa kasus yang mungkin melibatkan kerabat ataupun lingkungan partainya
ketika berkuasa dalam rezim Jokowi," paparnya. Juga diyakini oleh Syahganda bahwa mayoritas rakyat
Indonesia menginginkan hak angket, agar isu-isu kecurangan pemilu yang
terstruktur, sistematis, dan massif dapat dibuktikan. Mengingat pentingnya
menghargai suara rakyat, pentingnya dimulainya gerakan hak angket oleh Surya
Paloh, melalui fraksi Nasdem di DPR-RI, kembali ditekankan oleh Syahganda.
(JHL.56)