Komitmen untuk
melibatkan koperasi dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) telah diumumkan
oleh Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas Amin).
Langkah tersebut akan dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan petani,
peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro dan kecil. "Menyalurkan KUR
melalui koperasi itu menjadi kunci. Mereka itu, petani, nelayan, peternak,
usaha mikro, tidak hanya butuh kredit, tetapi juga penguatan dan pendampingan.
Penguatan dan pendampingan ini perlu dipertegas jangan sampai mematikan inisiatif
yang telah mereka rintis selama ini," Pernyataan tersebut dipastikan
oleh Dewan Pertimbangan Timnas AMIN Awalil Rizky dalam konferensi pers Forum
Gerakan Rakyat tentang Strategi Penyaluran KUR Melalui Koperasi untuk Petani,
Nelayan, Peternak, dan usaha mikro Sekretariat Koalisi Perubahan, Brawijaya X,
Jakarta.
Jika KUR
seluruhnya hanya disalurkan melalui perbankan, menurut penilaiannya, tidak akan
mungkin terjadi pendampingan dan penguatan yang efektif. Oleh karena itu,
dinyatakan bahwa perlu adanya perubahan dalam penyaluran KUR, salah satunya
dengan sebagian dilakukan melalui koperasi. "Kami hanya memindah saja.
KUR untuk petani, nelayan, peternak, dan usaha mikro kecil sekali. Perhatian
kami bukan hapus subsidi bunga KUR, justru menambah akses pembiayaan salah
satunya melalui koperasi," jelasnya.
Dalam visi,
misi, dan programnya, Anies-Muhaimin juga berkomitmen untuk melakukan reformasi
kebijakan guna memungkinkan para pekerja informal mendapatkan akses kredit dari
lembaga keuangan serta meningkatkan fungsi intermediasi perbankan, di antaranya
dengan mendorong perbankan, khususnya bank BUMN, untuk memperbaiki efisiensi
operasional menuju suku bunga kredit yang kompetitif.
Ditegaskan
bahwa "Amin berkomitmen mewujudkan koperasi sebagai motor penggerak
pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Jadi memindah sebagian KUR untuk disalurkan
melalui koperasi, itu sangat powerful dalam penguatan koperasi,"
Sementara itu,
sektor pertanian dan kelautan, yang mempekerjakan sekitar 30 persen tenaga
kerja, namun menjadi simpul kemiskinan, serta usaha mikro dan koperasi yang
semestinya menjadi motor kesejahteraan masyarakat, masih belum mendapatkan
perhatian optimal.(JHL.1)