Data News

Perhatian Serius Harus Diberikan Pada Peningkatan Literasi Digital Masyarakat.

Perhatian serius harus diberikan pada peningkatan literasi digital masyarakat, dalam upaya beradaptasi menghadapi sejumlah tantangan seiring perkembangan zaman.

"Fenomena sosial yang berkembang di masyarakat saat ini kerap bersinggungan dengan cepatnya teknologi informasi berkembang. Bahkan karena belum siap menghadapi perkembangan teknologi itu, masyarakat pun terjerat pinjaman online dan judi online yang berdampak buruk secara sosial dan ekonomi," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/6).

Catatan INDEF pada awal tahun lalu mengungkapkan tingkat literasi digital di Indonesia hanya sebesar 62%. Jumlah itu paling rendah jika dibandingkan negara lain ASEAN yang rata-rata mencapai 70%.

 Berdasarkan catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, empat pilar utama yang dicakup oleh literasi digital adalah digital skill, digital safety, digital culture, dan digital etic. Menurut Lestari, masyarakat luas harus mampu memiliki keterampilan dan pengetahuan terkait teknologi digital tersebut dengan mempertimbangkan cepatnya perkembangan teknologi.

Tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, rendahnya literasi digital masyarakat, merupakan pintu masuk aksi kejahatan digital yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah mendorong agar literasi digital diberikan sejak di bangku sekolah, agar pengetahuan terkait manfaat dan dampak teknologi digital dapat dipahami sejak dini.

Selain itu, dilanjutkan Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, tidak kalah penting peran orangtua di lingkungan keluarga dalam menanamkan pemahaman kepada anggota keluarganya terkait pemanfaatan teknologi digital secara benar.

Semangat para pemangku kebijakan dalam memberantas judi online dan pinjaman online ilegal saat ini, harus dibarengi dengan gerak bersama pemerintah dan masyarakat untuk serius meningkatkan literasi digital masyarakat, tegas Rerie, (JHL.238)

Back to Top