Tambolaka, 2
Agustus. Upaya untuk menurunkan angka stunting di Indonesia masih terus
digalakan sampai saat ini. Hal ini juga yang sedang gencar dilakukan oleh
provinsi Nusa Tenggara Timur. Menurut Anggota Komisi IX DPR RI fraksi Partai
NasDem, Ratu Ngadu Bonu Wulla upaya ini sedang terus digalakan bersama antara
masyarakat dengan pemerintah untuk menanggulanginya.
"Saya mengajak masyarakat Wee Kambala untuk
berpartisipasi dalam program-program pemerintah yang bertujuan untuk
memberantas stunting,"
ujar Ratu
Acara yang
digelar ini merupakan hasil kerja sama antara Ratu Wollu dengan Badan
Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT. Dalam kampanye
untuk percepatan penurunan Stuntung di Desa Wee Kambala, Loura, Sumba Barat
Daya tersebut, Ratu menggaungkan pentingnya kerja sama semua pihak menurunkan
stunting. Bagi Ratu isu stunting merupakan masalah gizi kronis sehingga dapat
mengganggu pertumbuhan seorang anak. Hal ini yang kemudian menurutnya harus
menjadi perhatian serius semua pihak.
"Kita perlu membangun kesadaran kolektif untuk
mengurangi angka stunting. Anak-anak dan ibu hamil harus dipastikan mempunyai
pola makan sehat. Juga memastikan
layanan kesehatan untuk mereka," ujarnya.
Selain itu
Legislator NasDem Dapil NTT II itu juga mengatakan pemerintah dan DPR juga
tidak henti untuk terus berusaha menurunkan angka stunting sampai pada level
yang palig rendah. Hal ini menurutnya dapat dilihat dari anggaran yang
disiapkan untuk program-program stunting yang lebih efektif.
"Saat semua program sudah dijalankan, maka
bapa mama diharapkan bisa ikut berpartisipasi membantu mengatasi masalah
stunting ini," tukas
Ratu.