Jakarta,
(09/7). Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Daerah Kepulauan dari Fraksi Partai
NasDem DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat,
mengungkapkan bahwa garam hasil produksi di Kabupaten Rote, Nusa
Tenggara Timur (NTT) merupakan garam dengan kualitas terbaik. Sayangnya, menurut Julie, infrastruktur di
wilayah tersebut kurang mendukung untuk mengembangkan garam lebih luas lagi.
"Jadi
lucunya, NTT punya garam dengan kualitas terbaik, tapi garam di dapur rumah
justru dari Jawa. Padahal kan NTT punya garam terbaik," ungkap Julie
saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus RUU Daerah Kepulauan dengan Dirjen
Hukum dan Perjanjian Internasional, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan,
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kependudukan dan Ketenagakerjaa, serta
Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta,
Rabu (8/7/2026).
Lebih
jauh, dipaparkan oleh Julie, yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR
itu, saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, bertemu dengan
gubernur dan 22 bupati/wali kota se-NTT. Dalam kesempatan tersebut, diketahui
bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) melakukan intervensi
terhadap garam.
"Garamnya
kualitas terbaik, tapi infrastrukturnya masih kurang memadai sehingga untuk
produksi garam semuanya jadi serba mahal dan harganya tidak bisa bersaing. Maka
diusulkan agar di wilayah tersebut dibangun pabriknya," terang Julie.
Menurut
legislator NasDem dari Dapil NTT I itu, kondisi tersebut sangat ironis dan cukup menyedihkan. Oleh
karenanya, Julie mengusulkan kepada Bappenas agar membuat program yang konkret
dan menyeluruh. Bukan di atas kertas saja.
Dalam
kesempatan tersebut, diutarakan juga oleh Julie, bahwa Undang-Undang Pariwisata
untuk daerah kepulauan. Menurutnya,
wisata laut di wilayah NTT sangat besar potensinya untuk dikembangkan.
Menurutnya,
destinasi wisata menjadi magnet bagi wisatawan yang tidak perlu dibayar tapi
malah mengeluarkan uang untuk datang ke tempat wisata.
"NTT
punya Labuan Bajo, Pulau Sabu dengan pesona alam yang eksotis dan budaya
megalitikumnya, tapi fasilitasnya belum
cukup untuk mendatangkan wisatawan dengan nyaman berada di sana,"
papar Julie.
Julie
pun membandingkan dengan Korea Selatan. Saat mengunjungi Pulau Jeju, salah satu
lokasi syuting drama Korea, Julie mengisahkan fasilitas yang ditemuinya di
sana.
"Kita
bisa menikmati hotelnya, ikannya bisa kita makan, dan semuanya menurut saya di
pulau itu seperti ada otonomi khusus untuk pariwisata. Nah, NTT yang memiliki
potensi wisata demikian besar, mengapa tidak diberikan otonomi khusus
pariwisata," ungkap Julie.
Diusulkan
juga oleh Julie, kepada Bappenas agar potensi yang dimiliki NTT bisa
dikembangkan lebih jauh agar hasilnya bisa untuk kesejahteraan masyarakatnya. (JHL.7)