Jakarta, (04/5). Keberhasilan program pembelajaran
mendalam atau deep learning yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah (Kemendikdasmen) sangat bergantung pada peningkatan pemahaman yang
merata dari para pendidik hingga pemangku kebijakan di akar rumput.
"Pemahaman semua pihak terkait atas proses
deep learning harus terus ditingkatkan, sehingga sistem pembelajaran tersebut
dapat diimplementasikan dalam setiap proses pendidikan,” ujar Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam
keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026).
Ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan
Menengah RI Abdul Mu'ti, saat memimpin upacara Hardiknas di Kabupaten
Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5), bahwa pendidikan harus menumbuhkembangkan
potensi manusia agar menjadi individu yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia,
cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab,
serta memiliki kepribadian utama lainnya.
Untuk mencapai tujuan itu, Kemendikdasmen mendorong
penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai program prioritas.
Secara umum, pendekatan pembelajaran deep learning
adalah metode pembelajaran mendalam yang berfokus pada pemahaman konsep secara
intensif, bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful), dan menyenangkan
(joyful) dengan materi lebih sempit namun mendalam.
Menurut Lestari, transformasi metode pengajaran
tidak bisa berjalan hanya dengan instruksi dari atas. Dibutuhkan strategi
sistematis untuk mengubah paradigma pembelajaran di dalam kelas.
“Pemahaman atas proses deep learning masih banyak
yang perlu dipertajam, sehingga sistem pembelajaran tersebut dapat
diimplementasikan dalam setiap proses pendidikan,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.
Ditekankan juga oleh Rerie, bahwa saat ini
bukan masanya lagi menerapkan metode
mengajar yang monoton. Pendidik di era saat ini harus paham deep learning agar
cara mengajarnya lebih relevan dan tidak tertinggal zaman.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI,
pelatihan bertahap dan berkelanjutan berbasis deep learning bagi tenaga
pengajar sangat penting dilakukan dalam mempersiapkan penerapan metode
pembelajaran itu secara luas.
Rerie mendukung upaya pemerintah yang berencana
menerapkan metode deep learning secara bertahap dengan tahapan proses antara
lain pelatihan bagi pelatih tingkat nasional.
Setelah itu, melakukan diseminasi atau berbagi
praktik baik, pengetahuan, dan keterampilan dari sekolah/guru penggerak kepada
satuan pendidikan atau rekan sejawat lainnya.
Selanjutnya, dijelaskan oleh legislator dari Dapil
Jateng II (Kudus, Demak, Jepara) itu, ketika kapasitas pengajar dinilai mampu
melaksanakan metode deep learning, pemerintah secara bertahap menerapkan metode
deep learning di sekolah-sekolah yang ditunjuk.
Selain kesiapan aspek teknis pengajaran, tambah
anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, deep learning harus ditunjang oleh
lingkungan sekolah yang kondusif.
Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen
Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Rerie menilai,
regulasi tersebut sebagai langkah strategis yang harus disambut dengan
sosialisasi masif kepada semua pemangku kepentingan.
Diharapkan oleh Rerie, dengan kombinasi sejumlah
langkah, antara lain pelatihan guru, sistem penerapan bertahap, dan lingkungan
sekolah yang aman, penerapan metode deep learning tidak hanya sekadar wacana,
tetapi benar-benar menjadi fondasi dalam mengembangkan potensi utuh peserta
didik di Indonesia. (JHL.7)