Data News

Aspek Keberlanjutan dari Program Cek Kesehatan Gratis Disoroti Nurhadi

Jakarta, (06/8). Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah, disambut baik oleh Nurhadi, Anggota Komisi IX DPR RI. Namun, ia mempertanyakan langkah dan tindakan medis lanjutan dari program tersebut.

“(CKG) menyentuh langsung masa depan bangsa, yakni anak-anak kita. Namun, sebagai wakil rakyat yang diberi amanah untuk mengawasi sektor kesehatan dan perlindungan sosial, saya ingin menegaskan, kita tidak boleh hanya puas pada seremoni semata,” kata Nurhadi dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).

Melalui Kementerian Kesehatan, Pemerintah meluncurkan Program CKG di sejumlah sekolah/madrasah/pesantren, di beberapa daerah, pada Senin 4 Agustus 2025, ditargetkan oleh pemerintah, 53 juta peserta didik seluruh Indonesia, mengikuti Program CKG.

Disampaikan oleh Nurhadi, pelaksanaan hari pertama, harus jadi momen evaluasi. Terutama terkait kelayakan alat medis yang digunakan, kecukupan tenaga kesehatan, dan terkait sistem pelaporan hasil, apakah langsung terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan nasional.

“Jangan sampai program ini hanya menjadi kegiatan tempelan tanpa tindak lanjut medis yang konkret,” tandasnya.

Disoroti juga oleh Legislator Partai NasDem itu, mengenai aspek keberlanjutan program. Setelah dilakukan pengecekan kesehatan, bagaimana tindakan yang dilakukan jika ditemukan masalah kesehatan pada anak didik.

“Setelah dicek, lalu apa? Apakah anak-anak yang ditemukan memiliki masalah kesehatan akan dirujuk dan difasilitasi untuk mendapatkan perawatan? Atau malah akan berhenti di angka-angka laporan semata?” urainya.

penyelenggara baik pemerintah pusat maupun daerah, harus menjawab secara serius, persoalan keberlanjutan tersebut.

“Program CKG ini jangan hanya dijadikan ajang pencitraan. Ini soal hak dasar anak untuk sehat. Dan negara melalui seluruh perangkatnya harus hadir secara utuh, tidak parsial dan tidak sporadis,” tukas Nurhadi. (JHL.696)

Back to Top