Jakarta (1/7). Fauzi Amro, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai
NasDem, mengapresiasi langkah Bank Tabungan Negara (BTN) yang batal
mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia terkait sikap kehati-hatian.
"Proses akuisisi melibatkan banyak variabel
dan risiko, termasuk faktor internal kedua perusahaan. Oleh karenanya,
keputusan yang diambil nantinya bukan keputusan yang gegabah," terang Fauzi, Senin (1/7).
Ditegaskan oleh Fauzi, keputusan yang diambil
nantinya didasarkan pada kajian dan analisis dengan mengedepankan asas
kehati-hatian. Termasuk proses due diligence (uji kelayakan) yang telah
dilakukan.
Ditambahkan oleh Legislator NasDem dari Dapil
Sumatra Selatan I (Kabupaten Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, Kota
Palembang, Kota Lubuk Linggau, dan Musi Rawas Utara) itu, BTN tentu harus
memastikan bahwa setiap aksi korporasi, termasuk akuisisi, telah sesuai dengan
strategi bisnis dan nilai-nilai perusahaan. Terlebih dalam rencananya
menggunakan bank hasil akuisisi untuk melakukan pemisahan unit usaha
syariahnya.
“Termasuk, kesesuaian budaya dan visi antara dua
entitas juga harus dipertimbangkan,”
pungkasnya.(JHL.243)