Data News

Anies Baswedan berharap Universitas Islam sebagai pusat inovasi dan dialog antar agama

Kuala Lumpur, 12 Oktober. Anies Baswedan, Bakal Calon Presiden yang diusung oleh Koalisi Perubahan, menganggap bahwa Universitas Islam di Asia Tenggara telah berhasil menggabungkan pengajaran tradisional dengan aspek modern, menciptakan pemimpin-pemimpin yang berkontribusi secara signifikan dalam berbagai bidang. Anies menyampaikan pandangan ini saat menjadi keynote speaker dalam rangka perayaan ulang tahun ke-40 International Islamic University Alumni Association di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (11/10). Meski pencapaian ini telah tercapai, Anies menekankan perlunya terus menerus memperbaharuinya mengikuti perubahan cepat dalam dunia.

Anies menggarisbawahi pentingnya perubahan di bidang kurikulum, dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan prinsip dasar Islam.

"Seperti yang pendahulu kita lakukan, utamakan riset. Karena itu sangat krusial dalam mempertahankan keunggulan kita di bidang pendidikan," ungkap Anies.

Selain itu, Anies mengajak Indonesia dan Malaysia untuk memperkuat kerja sama kolaboratif.

"Dengan berbagi tujuan dan persatuan, kita bisa mencapai sukses bersama," katanya.

Dalam pidatonya, Anies juga mengusulkan enam langkah menuju pendidikan Islam yang berskala global, termasuk relevansi global, pendekatan antardisiplin ilmu, integrasi teknologi, penelitian dan pengembangan, praktik berkelanjutan, serta dialog antarumat beragama. Ia menekankan peran penting universitas Islam sebagai jembatan dialog dalam dunia yang beragam, tempat di mana budaya dan agama bertemu.

Anies juga menilai bahwa universitas Islam bukan hanya tempat untuk belajar, melainkan juga pusat inovasi, pencerahan, kolaborasi, serta penggabungan pengajaran pendidikan dengan nilai-nilai keagamaan.

"Setiap individu di komunitas ini, baik itu pengajar maupun pelajar, memiliki peran penting untuk memastikan bahwa apa yang diajarkan itu informatif dan menginspirasi," tegasnya.

Back to Top