Jakarta, 29
November. Sebagai calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menyuarakan
dukungan kuatnya terhadap konsep contract farming sebagai solusi untuk
meningkatkan kesejahteraan petani tradisional di Indonesia. Dalam acara di Kota
Bandung, Jawa Barat, Anies menegaskan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada
petani tradisional yang perlu diberdayakan, bukan dihapuskan.
"Kita kekuatan Indonesia adalah justru pada
petani tradisional itu jangan dimatikan, itu yang harus dibangun," ujar Anies pada Rabu (29/11).
Anies memberi
contoh inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah mengontrak petani
di berbagai wilayah untuk memasok pangan dengan kontrak lima tahun. Menurutnya,
membangun food estate memerlukan dana triliunan rupiah, dan lebih baik mengalokasikan
anggaran negara untuk pengembangan pertanian yang sudah ada di berbagai daerah.
"Kan uangnya sama ada uang nih sekian triliun,
kenapa uangnya dikasih ke perusahaan untuk bikin di tempat baru? Lah kita punya
ratusan ribu di seluruh Indonesia," tegas Anies.
Konsep contract
farming, menurut Anies, memberikan jaminan kepada petani karena ada kesepakatan
pembelian produk dengan jangka waktu tertentu.
"Bayangkan kalau mereka kita beli produknya,
petani hidup tenang, pertaniannya tumbuh," tambahnya.
Dengan
pendekatan ini, Anies mengusulkan bahwa pengembangan pertanian di berbagai
daerah dapat menjadi jawaban yang lebih berkelanjutan dan ekonomis untuk
meningkatkan kesejahteraan petani tradisional Indonesia.