Jakarta, 7
November. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Haerul
Amri, telah menyoroti urgensi pendidikan karakter bagi pemuda Indonesia. Lebih
dari sekadar kecerdasan dalam pengetahuan, dia menekankan perlunya pemuda
memiliki keterampilan dan perilaku yang matang.
"Pendidikan bertujuan untuk menghasilkan
individu yang berilmu, cakap, kreatif, mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlak
mulia, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab," tegas Amri
Gus Amri,
panggilan akrab Haerul Amri, menekankan tiga karakter kunci yang dapat
ditanamkan pada pemuda, mempersiapkan mereka untuk berperan dalam membangun
bangsa. Pertama, kreativitas, di mana pemuda diharapkan berpikir di luar batas
dan memiliki kemampuan untuk menyampaikan ide dengan brilian.
Kedua, karakter
percaya diri, yang memungkinkan pemuda untuk mengekspresikan gagasan mereka
tanpa ragu. Ketiga, koneksi atau keterhubungan, menjadikan pemuda mampu
bersosialisasi dan berkolaborasi dalam berbagai komunitas.
"Derajat seorang pemuda diukur dari
keyakinannya. Bagi siapapun yang tidak yakin, maka tidak akan bisa mengambil
manfaat." Tegas
Gus Amri
Gus Amri juga
menegaskan bahwa generasi muda Indonesia memegang peran penting sebagai agen
perubahan, pembangunan, dan pembaharuan. Mereka memiliki peran vital dalam
kelangsungan peradaban, tatanan negara, kehidupan beragama, dan politik.
Menurut anggota
DPR asal Jawa Timur II, pendidikan karakter merupakan kunci utama dalam
membentuk generasi muda yang mampu mengambil peran sebagai agen perubahan,
pembangunan, dan pembaharuan.
"Pemuda memiliki peran sentral dalam arah dan
masa depan suatu bangsa," pungkasnya.