Data News

Fauzan Dorong Integrasi Pendidikan Politik dalam Kurikulum Sekolah

Praya, (29/10). Ditekankan oleh Fauzan Khalid, Anggota Komisi II DPR RI, mengenai pentingnya pendidikan politik dimulai sejak dini. Ia mendorong kerja sama pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan pendidikan politik dalam kurikulum sekolah.

“Pendidikan politik sejak dini dapat membantu generasi muda memahami pentingnya partisipasi politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Fauzan saat menyampaikan keynote speech pada sosialisasi pendidikan pemilih (sosdiklih) bersama KPU, di Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (27/10/2025).

Diharapkan oleh Fauzan, pendidikan politik berkelanjutan akan dapat menciptakan masyarakat yang sadar politik dan aktif membangun demokrasi.

Menurut Fauzan, sekolah merupakan tempat strategis untuk melakukan sosialisasi. Kurikulum yang mencakup pendidikan kewarganegaraan dan politik dapat membantu siswa memahami peran mereka sebagai pemilih di masa depan.

Dijelaskan oleh Fauzan yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) NTB II itu, selain melalui pendidikan formal di sekolah, sosialisasi juga dapat dilakukan melalui kegiatan nonformal di masyarakat. Misalnya, dengan melakukan kegiatanseperti diskusi publik, seminar, maupun lokakarya.

Berbagai media massa, termasuk media sosial juga memiliki peran penting dalam sosialisasi pendidikan politik. Diharapkan melalui berita, artikel, program televisi, dan informasi yang disampaikan melalui mediasosial, dapat memberikan informasi yang diperlukanoleh masyarakat terkait isu-isu politik terkini.

“Karena itu, penting bagi media untuk menyajikan informasiakurat dan mendidik. Namun informasi yang diterima, terutamadi media sosial, hendaknya dicek dulu kebenarannya. Baca dulu keseluruhan isi beritanya, cek sumbernya, dan cek juga referensi dari sumber lain yang terpercaya,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Fauzan, dalam implementasinya, metodes osialisasi pendidikan politik harus disesuaikan dengankebutuhan masyarakat. Pendekatan yang bersifat lokal dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat akan lebih efektifdibandingkan dengan pendekatan yang bersifat top-down.

“Sosialisasi pendidikan politik harus menjadi prioritas bagisemua pihak, termasuk KPU. Hanya dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, kita dapat mencapai tujuan bersama menciptakan masyarakat sadar politik dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Fauzan. (JHL.838)

Back to Top