Sleman, (15/6). Anggota DPR RI yang juga Ketua DPW
NasDem Yogyakarta, Subardi, menyambut
baik energi baru sepak bola Sleman, Yogyakarta. Hal tersebut dikemukakan
Subardi saat Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sleman periode 2026-2030
resmi dilantik di Pendopo Pemkab Sleman, DIY, Minggu (14/6/2026).
Kepengurusan yang dipimpin Deny Ardianta akan fokus
pada pembinaan usia dini, penguatan organisasi, serta peningkatan kualitas
kompetisi sebagai fondasi lahirnya talenta sepak bola masa depan di Sleman.
”Sebagai dewan pembina tentu merasa bangga. Energi
baru, inovasi baru. Mereka paparkan peta jalan untuk pembinaan pemain muda
hingga tata kelola kompetisi liga lokal yang lebih modern,” ujar Subardi.
Pelantikan kepengurusan baru itu sekaligus menjadi
momentum konsolidasi bagi seluruh insan sepak bola di Sleman. Dewan Penasehat
PSSI Sleman, Subardi mengaku bangga atas komposisi kepengurusan saat ini.
Dalam sambutannya, ditegaskan Deny Ardianta, bahwa
amanah sebagai Ketua Askab PSSI Sleman bukan sekadar jabatan organisasi,
melainkan tanggung jawab untuk mewujudkan harapan masyarakat terhadap
perkembangan sepak bola Sleman.
Menurutnya, sepak bola memiliki nilai penting
berupa kerja sama dan nilai itu harus diterapkan dalam pengelolaan organisasi.
Keberhasilan program kerja tidak mungkin dicapai hanya oleh ketua maupun
pengurus inti semata.
"Saya tidak bisa bekerja sendiri. PSSI Sleman
tidak akan pernah bisa berjalan jika hanya mengandalkan ketua dan pengurus inti
saja," katanya.
Sejumlah program telah disiapkan untuk memperkuat
ekosistem sepak bola di Sleman. Salah satunya membangun tata kelola organisasi
yang transparan, membangun standarisasi kompetisi usia dini, peningkatan
kualitas perangkat pertandingan, hingga sertifikasi bagi pelatih lokal. Langkah
tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih terukur
dan berkesinambungan.
"Target-target besar ini memang terdengar
ambisius, tetapi akan mustahil tercapai jika kita bergerak
sendiri-sendiri," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, dinilai oleh Ketua Umum
Asprov PSSI DIY, Dessy Arfianto, bahwa kemajuan sepak bola di Daerah Istimewa
Yogyakarta ditentukan oleh kekuatan organisasi sepak bola di tingkat kabupaten
dan kota.
"Visi sepak bola DIY sangat bergantung pada
pengurus daerah. Karena itu harus ada sinergi bersama antara seluruh pemangku
kepentingan," ujarnya.
Dijelaskan oleh Dessy, bahwa pembinaan pemain harus
dimulai dari level paling dasar, yakni sekolah sepak bola dan klub-klub akar
rumput. Dari sana, para pemain muda perlu mendapatkan ruang kompetisi resmi
yang dikelola Askab sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.
"Kita berharap ke depan akan mendengar
nama-nama anak Sleman yang menghiasi skuad Tim Nasional Indonesia. Itu mimpi
yang harus diperjuangkan bersama mulai dari sekarang," katanya. (JHL.7)