Jakarta, (16/9). Disoroti oleh Arif
Rahman, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, mengenai kecilnya
alokasi anggaran untuk konservasi laut, dibandingkan program lain di
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dinilai oleh Anggota DPR asal Dapil
Banten I itu, sebagian besar dana (lebih
dari Rp6 triliun), terkonsentrasi pada Ditjen Perikanan Tangkap dan Ditjen
Perikanan Budidaya, lebih dari Rp1 triliun. Sedangkan konservasi laut, tata
ruang, dan program karbon biru/blue carbon, hanya sekitar Rp200 miliar.
“Distribusi anggaran yang besar pada
produksi memang penting, tetapi konservasi, tata ruang, dan program karbon biru
tidak boleh tertinggal. Bagi NasDem, laut harus menjadi sumber pertumbuhan
ekonomi sekaligus tetap sehat untuk generasi mendatang,” tegas Arif dalam Rapat Kerja Komisi IV
dengan KKP di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Arif
menyatakan dukungannya terhadap Rencana Kerja Anggaran (RKA) KKP Tahun
2026, selama bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat
pesisir
“Kami mendukung penuh RKA KKP Tahun
2026, sepanjang demi meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir,
mendorong daya saing produk kelautan dan perikanan di pasar global, serta
menjaga keberlanjutan ekosistem laut melalui prinsip ekonomi biru,” ungkap Arif
Dicatat juga oleh NasDem dalam rapat
tersebut, bahwa pagu anggaran KKP untuk Tahun 2026 sebesar Rp13 triliun, memberikan peluang
besar untuk memperkuat kemandirian sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Selain itu, apresiasi diberikan oleh Fraksi
NasDem, terhadap beberapa program prioritas KKP, seperti pembangunan 250
Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak rakyat, dan percepatan
pergaraman nasional.
“NasDem menyatakan dukungan penuh
terhadap Kampung Nelayan Merah Putih sebagai langkah untuk meningkatkan ekonomi
nelayan, mengingat 25?ri penduduk miskin Indonesia berasal dari kelompok
nelayan,” kata Arif.
Meski demikian, diharapkan olehnya, program
kampung nelayan juga harus berkeadilan dan tidak hanya menyentuh masyarakat
pesisir, tapi juga dirasakan oleh nelayan yang tidak berada di garis pantai
seperti di kawasan danau dan perikanan darat lainnya. (JHL.767)