Data News

BPOM Dimintai Nurhadi Aktif Bantu Kembangkan Obat Herbal di Indonesia

Jakarta, (5/2). Diungkapkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, perihal besarnya potensi obat-obatan alami atau herbal di Tanah Air. Dia meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut serta membantu pengembangan produk tersebut, terutama di level UMKM.

"Saya merasa obat alam ini masih belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Nurhadi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR dengan BPOM, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Nurhadi berpendapat jenis obat herbal mempunyai potensi besar untuk dikembangkan, namun selama ini obat alam atau herbal masih belum bisa dimaksimalkan.

"Mohon dipaparkan secara detail dan jelas, apa program nyata dari BPOM untuk pendampingan, khususnya para pelaku UMKM obat alam," tandasnya.

Menurut Nurhadi, jika dikembangkan dengan baik UMKM yang mengembangkan obat alam akan mendapat keuntungan secara ekonomi, namun perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

"Kita lihat PT Sido Muncul saja di akhir tahun kemarin mencatat keuntungan Rp1 triliun lebih. Artinya, herbal menjadi salah satu komoditi yang luar biasa. Saya ingin BPOM memberikan perhatian juga bagi prlaku dan produsen obat-obat alam, khususnya di level UMKM," ujarmya.

Disoroti juga Dalam rapat tersebut, oleh legislator dari Dapil Jatim VI (Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar) itu, banyaknya temuan produk kosmetik yang tidak tersertifikasi BPOM atau ilegal.

Back to Top