Data News

Berani Menertawakan Kebodohan Sendiri

Pada kesempatan pembukaan Sekolah Legislatif VI di kampus Akademi Bela Negara Pancoran Jakarta Selatan, kembali ketua umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan pesan reflektifnya (09/02/2020). Ketua Umum menegaskan agar setiap kader lebih mengenali diri dan memahami keberadaannya di Partai NasDem. “Saya menginginkan saudara-saudara semua untuk lebih memahami dan menggali lagi, pertama—tentang siapa [diri] Saudara dan kenapa Saudara ada di Partai NasDem. Itu penting. Kalau Saudara hanya sekadar tersesat masuk ke partai ini, kembalilah ke jalan yang benar,” tandasnya.

Surya Paloh, untuk kesekian kalinya, menekankan pentingnya jujur kepada diri sendiri. Sebab kejujuran ini menjadi prasyarat munculnya perubahan pribadi ke arah yang lebih baik. Di antara perubahan yang dimaksud dalam konteks ini ialah militansi yang bersangkutan dalam keikutsertaan memperjuangkan cita-cita partai. “Partai ini membutuhkan kesadaran penuh. Kesadaran secara totalitas. Kesadaran secara totalitas ini diharapkan akan bermuara pada partisipasi juga secara totalitas. Partai membutuhkan kader-kader yang militan. Militan titik dua totalitas. Totalitas titik dua [sama dengan] militan,” demikian Surya Paloh menjelaskan.

Tak kalah penting, ia berpesan kepada seluruh anggota DPRD agar membangun karakter baru yang lebih baik. Di antaranya, jika melakukan kesalahan, mau bersegera mengakuinya dan bisa menertawakan kebodohan diri sendiri. Surya Paloh menjelaskan, jika seseorang sudah bisa menertawakan kebodohannya sendiri maka ia sudah tidak perlu lagi mendapat peringatan dari orang lain.

Acara pembukaan dihadiri kepala Sekolah Legislatif, Gubernur dan segenap civitas akademika ABN, serta sejumlah elit partai seperti wakil ketua umum Ahmad HI M. Ali dan bendahara umum Ahmad Sahroni. Dalam sambutannya Kepala Sekolah Legislatif Nining Indra Saleh menyatakan tujuan diadakan Sekolah Legislatif adalah untuk menumbuhkan kesadaran anggota dewan sebagai penyelenggara negara, menumbuhkan kesadaran anggota dewan sebagai representasi partai, dan meningkatkan kohesivitas partai. Sekolah Legislatif yang berlangsung lima hari ini diikuti 413 anggota DPRD tingkat I dan II dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia.[]

 

Back to Top