Data News

Semua Kalangan Diajak Ayep Zaki Membangun Sukabumi, dengan Tiga Program Prioritasnya.

Semua elemen dan tokoh-tokoh masyarakat di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), diajak untuk bersatu dalam membangun Sukabumi oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), H. Ayep Zaki. Tiga program prioritas ditawarkan olehnya. “Saya akan mengajak semua tokoh siapapun tokohnya, saya akan mengajak mari kita duduk bareng selesaikan permasalahan Sukabumi selesaikan kemiskinan, kebodohan selesaikan infrastruktur, selesaikan sektor pertanian dan sektor-sektor lainnya,” kata Ayep dalam keterangannya, Sukabumi, (25/3).

Target 10 hingga 15 tahun untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dan kebodohan di Sukabumi telah dipasang oleh Ayep, yang sudah malang melintang ke berbagai negara dan provinsi di Indonesia. Dengan komitmennya yang gigih, Ayep tidak ingin angka kemiskinan dan kebodohan di Sukabumi justru naik setiap tahunnya. Untuk itu, upaya akan terus dilakukan oleh Ayep melalui berbagai program, yang pertama adalah dana abadi komunitas.

“Ini yang akan saya gulirkan sehingga paling tidak di komunitas-komunitas ada dana abadi, dana abadi ini tidak boleh hilang dan tidak boleh berkurang,” kata dia. Program dana abadi telah digulirkan oleh Ayep di tiga titik di Sukabumi, dan setiap bulannya, dana abadi akan diluncurkan olehnya untuk kepentingan komunitas.

“Yang kedua adalah pertanian dan kemudian tentu saja yang paling krusial penting adalah infrastruktur,” tambah dia. Tawaran untuk menghadirkan satu infrastruktur yang berkualitas diberikan oleh NasDem kepada semua komponen masyarakat, tokoh masyarakat, dan seluruh dinas-dinas yang terkait, seperti yang diungkapkan oleh Ayep.

“Saya punya pengalaman keliling dunia ke berbagai negara saya keliling Indonesia pertanian di Cina di Jepang, di Taiwan, pertanian di Belanda, di Jerman, itu infrastrukturnya semua yang pertama tahan lama jangka panjang infrastruktur itu bisa seratus tahun tidak rusak, lima puluh tahun tidak rusak, sepuluh tahun tidak rusak, artinya berkualitas,” kata dia.

Di Indonesia, Ayep yang telah berkeliling mulai dari wilayah timur hingga ke barat, sering kali mendapati bahwa infrastrukturnya rata-rata tidak tahan lama. Komitmen untuk bersama-sama dengan tokoh Sukabumi dan organisasi massa Sukabumi dalam membangun infrastruktur yang tahan lama telah diungkapkan olehnya, dengan tujuan agar infrastruktur tersebut dapat digunakan dari generasi ke generasi dan tidak hanya rusak dalam waktu satu atau dua tahun.

“(Program) Infrastruktur kemudian program-program yang lainnya insyaallah kita akan komunikasi dengan semua komponen saya kira sudah waktunya Sukabumi bersatu untuk memperjuangkan masyarakat dari semua sektor,” tandas dia.(JHL.109)

Back to Top