Data News

Doa Bersama di 100 Hari Tragedi Kanjuruhan, Manila Hapus Air Mata Lilis

ANAKMU umur berapa,” tanya I.G.K Manila ke Lilis Kurniawati saat pemberian bantuan secara simbolis ke keluarga korban. Lilis berdiri di ujung barisan. Di depan panggung sederhana itu. “Baru 10 bulan pak,” jawab perempuan 21 tahun itu lirih. Raut muka Lilisi berubah sendu. Mata mulai berkaca-kaca. Dengan lembut Manila meraih pundak ibu muda itu. Pecah lah tangisan keduanya. Lilis meletakkan wajahnyi ke bahu Opa Manila. “Sabar ya. Kamu yang sabar,” kata Bapak Wushu Indonesia itu. Ia mengeluarkan sapu tangan dan mengusapkannya ke wajah Lilis. Perempuan asal Riau itu mengangguk. Perlahan dia mulai tenang. Lilis adalah istri mendiang Sandi Sanjaya. Warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. Ia gugur bersama 135 korban tragedi sepakbola dunia, 1 Oktober 2023. Lilis datang di Kanjuruhan pukul 17.00 sore sambil menggendong bayinyi. Nyaris bersamaan dengan kedatangan Manila. Dia berangkat pakai sepeda motor dari pinggiran Kabupaten Malang, perbatasan Blitar. Keluarga yang tinggal di dekat Kanjuruhan kemudian mengantarnya pakai mobil. Kepada Harian Disway ia menceritakan hari-hari terakhir bersama sang suami. Keluarga sempat melarangnya nonton pertandingan Arema FC melawan Persebaya. Malam itu hujan cukup deras. Namun, Sandi ingin sekali nonton Derby Jatim tersebut secara langsung dari stadion. Ia kangen ke tribun setelah merantau di Riau. “Janji ini nonton terakhir. Setelah ini enggak lagi,” ucap Sandi malam itu. Kalimat itu benar-benar terjadi. Sandi tak pulang ke rumah. Ia dilarikan ke rumah sakit. Lilis dan keluarga mendapatinya sudah tak bernyawa. Malam itu menjadi hari terakhir Sandi mendukung Singo Edan, julukan Arema FC. Namun kecintaannya ke Arema akan abadi. Namanya dikenang sepanjang masa. Usai acara, Manila mengatakan semua pihak yang bertanggung jawab atas LIPUTAN UTAMA Doa Bersama di 100 Hari Tragedi Kanjuruhan Manila Hapus Air Mata Lilis Keluarga korban berkumpul di peringatan 100 hari Tragedi Kanjuruhan tadi malam, 9 Januari 2023. Manajer Timnas 1991 I.G.K Manila hadir memberikan bantuan untuk mereka. Ia duduk di sebelah Founder Harian Disway Dahlan Iskan yang membacakan Yasin dan Tahlil.

Back to Top