Data News

Pembangunan Berbasis Aspirasi demi Wujudkan Sila Ke-5 Pancasila

Wonosari, 20 Juli. Pembangunan berbasis aspirasi warga padukuhan dilakukan demi memprioritaskan kebutuhan masyarakat dusun/padukuhan di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut Anggota MPR RI fraksi Partai NasDem, Subardi hal ini dilakukan karena masih banyak warga di pedalamana yang belum tersentuh pembangunan fisik. Ini terjadi karena anggaran pembangunan daerah yang terbatas sehingga belum dapat menjangkau secara keseluruhan.

“Di beberapa padukuhan memang belum tersentuh pembangunan. Kita paham itu karena anggaran daerah terbatas, tidak semua wilayah bisa dibangun langsung,” kata Subardi

Subardi menjelaskan fokus dari program aspirasinya mengutamakan daerah terpencil. Ia menggambarkan bahwa programnya ini berbasis aspirasi dari warga sehingga ia dapat mengetahui daerah mana yang belum tersentuh pembangunan. Hasil dari program ini hingga kini telah berhasil membangun beberapa ruas jalan di kampung yang telah diaspal.

Program ini menurut Subardi sangatlah efektif karena warga dapat menyampaikan aspirasi mengenai keluhan yang mereka hadapi kemudian direalisasikan oleh pemerintah. Beberapa contoh desa yang telah terealisasi pembangunan yaitu diantaranya pembangunan jalan aspal sejauh 350 meter di padukuhan Bogor II, Playen, Gunungkidul. Ada juga pembangunan jalan aspal sepanjang 900 meter di padukuhan Nyamplung, Margokaton Seyegan, Gunungkidul.

Bagi Ketua DPW NasDem DIY itu, dengan dilakukannya pembangunan ini, akan memberikan manfaat yang besar bagi warga terutama dalam jangka Panjang. Selain itu juga mobilitas warga di padukuhan juga akan semakin lancar. Baginya program ini merupakan implementasi nyata dari sila ke 5 pancasila.

“Jalan sebagai infrastruktur utama merupakan hak dasar warga. Hak untuk merasakan fasilitas yang sama antara wilayah perkotaan dan padukuhan. Dengan pemerataan, saya turut mengamalkan amanah sila kelima,” imbuh Mbah Bardi, sapaan akrabnya.

Back to Top