Data News

Jacki Uly: Perlu Adanya peningkatan keahlian bagi Anggota Korlantas

Jakarta, 6 Juli. Korp Lalu Lintas (Korlantas) Terus didorong untuk dapat melakukan berbagai terobosan dalam rangka untuk memaksimalkan kinerja. Hal ini Diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR Ri Fraksi Partai NasDem, Jacki Uly. Menurutnya salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan peningkatan keahlian anggota korlantas. Hal ini menurutnya dapat membantu menunjang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi Polri.

“Saya juga pernah mengalami di lalu lintas, dari Brimob. Itu pengalaman di lapangan. Tiap malam saya hanya baca aturan, setengah mati saya belajar sendiri. Ternyata tidak mudah di lalu lintas, terutama kita hubungkan dengan teknologi informasi seperti sekarang yang banyak digunakan, tentu diperlukan keahlian”, kata Jacki

Bagi Jacki potensi PNBP sudah ada, namun bagaimana cara mengelolanya yang diperlukan. Sekedar informasi, pada 2022 angka PNBP sebesar Rp 8,65 Triliun yang melebihi target sebesar Rp 7,6 Triliun. sumber pendapatan yang diterima ini didapat dari berbagai macam komponen seperti STNK, BPKB, TNKB, SIM, Perpanjangan dan mutase SKUP, dan TNKB lintas batas negara.

Selain itu Jacki juga menyoroti berkaitan dengan peningkatan keahlian anggota korlantas. Ia berpendapat tidak semua anggota korlantas memiliki kemampuan untuk menyidik atau menilang. Maka dari itu perlu adanya sertifikasi atau pelatihan yang dapat dipakai oleh anggota korlantas untuk meningkatkan keahliannya.

Legislator NasDem Dapil NTT II itu juga menyoroti mengenai kerjasama dalam penanganan lalu lintas. Menurutnya pada saat ini sudah jarang dilakukan Razia gabungan yang melibatkan berbagai institusi. Ia berharap Razia gabungan harus sering dilakukan karea pelanggar lalu lintas bukan hanya masyarakat biasa saja.

“Jadi perlu sewaktu-waktu juga lebih ditingkatkan kerja sama dalam bidang penegakkan hukum. Saya lihat polisi lalu lintas kadang-kadang kalau berhadapan dengan militer, contohnya, atau kalau berhadapan dengan anggota dari instansi pemerintahan yang lainnya, dia segan. Tapi kalau sudah gabungan, berpikir dia sepuluh kali (untuk tidak menegakkan hukum)”, kata Jacki.

Back to Top