Muaro
Sijunjung, 14 Desember. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem,
Lisda Hendrajoni, mengungkapkan harapannya agar lulusan Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) memiliki kesiapan yang tinggi untuk memasuki dunia kerja setelah
menyelesaikan pendidikan. Menurut Lisda, lapangan kerja saat ini membutuhkan
individu dengan keterampilan yang mumpuni.
"SMK memiliki keunggulan karena siswanya
memiliki bakat dan kecenderungan di bidang tertentu, sehingga memiliki skill
yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan pada era globalisasi ini," ujar Lisda.
Lisda juga
menjelaskan bahwa PIP merupakan program pemerintah yang memberikan bantuan
langsung kepada peserta didik melalui rekening masing-masing siswa. Bantuan ini
diharapkan dapat mendukung kebutuhan para siswa untuk melanjutkan pendidikan
tanpa terkendala biaya.
"Jadi tidak ada lagi anak-anak yang putus
sekolah atau terhalang sekolah karena tidak ada biaya. Banyak program
pendidikan dari pemerintah yang seharusnya dapat dirasakan masyarakat. Salah
satunya PIP dan juga KIP," tambahnya.
Lisda, yang
juga Bendahara Fraksi NasDem DPR, menekankan bahwa bantuan PIP dan KIP dari
pemerintah merupakan upaya untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam
menjalani pendidikan. Dalam hal ini, Lisda membawa 48.000 bantuan PIP untuk
peserta didik di Sumatra Barat melalui jalur aspirasi Komisi X DPR.
“Alhamdulilah untuk 2023, melalui jalur aspirasi
kami di Komisi X DPR, terdapat 48.000 bantuan PIP yang kami bawa untuk peserta
didik di Sumatra Barat,” katanya.
Lisda berharap
bahwa melalui PIP dan KIP, anak-anak di Sumatra Barat dapat terus bersekolah
hingga ke jenjang perguruan tinggi, menciptakan generasi yang berkualitas dan
berpendidikan tinggi untuk mengubah kehidupan keluarga.