Jakarta, 12 Juni. Potensi gangguan pada
olahraga nasional seperti dualisme kepemimpinan Persatuan Tenis Meja Seluruh
Indonesia (PTMSI) harus diselesaikan. Demikian hal ini di kemukakan oleh Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi
Partai NasDem, Mohammad Haerul Amri dalam rapat kerja komisi x dengan Menpora
Dito Ariotedjo.
“Catatan ini menjadi PR buat Mas Menteri agar
mendapatkan perhatian serius. Karena akibat dualisme ini para atlet terancam
tidak jadi berangkat ke SEA Games 2023 di Kamboja”.
Bagi legislator NasDem itu, hal ini untuk
mencegah kejadian PTMSI terseret ke wilayah politik praktis
sehingga membuat nasib para atlet menjadi tidak jelas.
Selain itu
dalam kesempatannya Haerul Amri juga meminta agar cabang olahraga (Cabor) yang
sering menghasilkan emas seperti aquatik, atletik, dan gimnastik untuk lebih
diperhatikan. Ia beranggapan bahwa hal ini dapat mencegah adanya anggapan
mengenai cabor ‘kaya’ dan ‘miskin’ karena pendanaan yang berlebihan.
“Cabor-cabor ini perlu mendapat apresiasi dan
perhatian yang tinggi dari Kemenpora sehingga para atlet merasa dihargai
prestasinya”.