Jakarta, 30 November.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wulan, menegaskan
bahwa Fraksi Partai NasDem memberikan persetujuan terhadap penetapan Biaya
Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2024 sebesar Rp93,4 juta. Namun, dalam
keterangannya pada Rabu (29/11), Sri Wulan juga menyoroti perlunya perbaikan
signifikan dalam pelayanan kepada para jamaah.
"Pada prinsipnya kami setuju. Tapi yang
menjadi catatan adalah perbaikan pelayanan bagi para jamaah. Itu harus
diperbaiki dan ditingkatkan,"
ujar Sri Wulan.
Meski mengakui
bahwa layanan haji pada tahun 2023 tergolong baik, Sri Wulan menyoroti beberapa
aspek yang masih perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah penambahan jumlah
papan penunjuk (plang) informasi.
"Plang-plang informasi itu masih sedikit
sehingga terkadang jamaah bingung. Nah itu harus diperbanyak. Selain karena
jumlah jamaah dari Indonesia yang harus dilayani itu banyak, juga karena area
haji itu sangat luas," tambahnya.
Terhadap
transportasi jamaah haji, Sri Wulan menilai perlu penambahan jumlah kendaraan
antar jemput jamaah untuk mengatasi masalah keterlambatan dan meminimalkan
waktu menunggu jamaah.
"Kasihan jamaah harus menunggu lama kendaraan
yang antar jemput sampai berjam-jam. Jadi transportasi ini cukup krusial.
Kemarin masih belum baik, banyak keterlambatan dan lain sebagainya. Ini perlu
dievaluasi,"
tegasnya.
Sri Wulan juga
menyoroti perlunya perhatian khusus terhadap jamaah lansia, mulai dari sistem
tempat duduk di pesawat hingga kebutuhan mereka selama di Tanah Suci. Dengan
demikian, Fraksi Partai NasDem berkomitmen untuk memastikan bahwa pengalaman
ibadah haji bagi jamaah Indonesia menjadi lebih baik dan nyaman.