Data News

Sahroni tegaskan pentingnya trauma healing bagi korban perkosaan di Madiun

Jakarta, 2 Oktober. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengungkapkan keprihatinannya dan mendesak pihak yang terkait untuk memberikan trauma healing kepada seorang anak perempuan berusia 17 tahun di Madiun, yang diduga menjadi korban perkosaan oleh ayah kandungnya, paman, dan kakek. 

Dalam pernyataannya, Sahroni menekankan urgensi pendekatan kesehatan mental untuk korban, mengingat tingkat trauma dan stres yang harus dihadapinya, terutama ketika kejahatan tersebut dilakukan oleh anggota keluarga dekat.

"Tak terbayang betapa trauma dan stresnya korban menghadapi musibah ini, di mana kejahatan justru datang dari keluarga dekat sendiri. Karenanya sangat penting korban ini dibantu mentalnya dulu melalui berbagai upaya rehabilitasi dan trauma healing," tutur Sahroni.

 

Legislator dari Partai NasDem tersebut juga mengajukan permintaan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melibatkan ahli dan lembaga yang berkompeten dalam memulihkan trauma korban. Sahroni menegaskan, "Dalam hal ini saya minta kepolisian agar libatkan para ahli dan lembaga terkait untuk memberikan bantuan mental semaksimal mungkin pada korban." 

Selain itu, Sahroni mendesak penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku, yang diduga melakukan tindakan kejahatan ini sebagai persekongkolan di antara anggota keluarga.

"Saya minta pihak kepolisian langsung bersikap tegas dengan melakukan penahanan terhadap para terduga pelaku. Walaupun masih dalam tahap penyelidikan, tapi langkah ini harus dilakukan demi memberi rasa adil dan aman bagi korban. Dan kalau benar terbukti, saya minta para pelaku bejat ini langsung diberi hukuman yang sangat berat. Ini benar-benar biadab dan sangat tak bermoral," tegas Sahroni. 

Back to Top