Jakarta, (19/2). Diingatkan oleh Anggota
Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, agar insan pers menjauhi praktik insinuasi
dalam penulisan berita. Kesimpulan yang melompat dari fakta serta penggunaan
judul yang menggiring merupakan ‘racun’ yang dapat merusak reputasi seseorang
dan memperkeruh ruang digital.
“Insinuasi itu adalah racun jurnalistik
modern. Jangan sampai judul dibikin panas dan jadi bias, padahal narasinya
tidak seperti itu. Saya sebut patokan sederhana untuk menghindarinya dengan 3F:
Fakta dulu, Fondasi sumber yang jelas, lalu Framingnya harus fair dan adil,” ujar Amelia dalam Diskusi Dialektika
Demokrasi bertema 'Waspada Berita Hoax di Media Sosial, Cerdas Menyaring
Informasi di Era Digital' yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP)
bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu
(18/2/2026).
Disoroti juga oleh Legislator Fraksi
NasDem ini, tantangan baru di era manipulasi visual dan Artificial Intelligence
(AI). Ia memperingatkan bahwa saat ini hoaks bukan lagi sekadar teks, melainkan
sudah merambah pada suara dan wajah yang bisa ditiru dengan sangat meyakinkan
melalui teknologi.
Menurutnya, hoaks dan disinformasi kini
telah menjadi senjata dalam perang modern yang bertujuan untuk memecah belah
bangsa serta menciptakan polarisasi di tengah masyarakat.
“Potensi hoaks dengan bantuan AI itu
paling mudah dibuat. Peran kawan-kawan pers sangat penting bagi stabilitas
keamanan nasional. Perang modern saat ini tidak hanya melalui senjata, tapi
bisa melalui narasi misinformasi,” tegas Amelia.
Menutup pernyataan, diungkapkan olehnya,
bahwa Komisi I DPR terus mendorong keseimbangan antara penindakan hoaks yang
tegas dengan perlindungan kebebasan berekspresi. Sebab itu, dijelaskannya, bahwa
DPR tengah merumuskan berbagai regulasi terkait ketahanan digital, guna
menciptakan ekosistem yang sehat antara media digital dan konvensional.
“Di era digital kita tidak hanya melawan
hoaks, kita sedang menjaga martabat ruang publik. Kawan-kawan jurnalis adalah
penjaga terdekat ruang publik itu dengan menyajikan berita yang benar dan
bertanggung jawab,”
pungkasnya. (JHL.7)