Bandung
1 Februari, diungkapkan oleh Muhammad Farhan, seorang anggota DPR RI dari
Fraksi Partai NasDem, bahwa Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang memiliki populasi
tertinggi di Indonesia telah diungkap memiliki sejumlah masalah yang kompleks
seperti di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Ditegaskan
dalam keterangannya pada hari Rabu (31/1), "Oleh karenanya, Anis
Baswedan hadir di Jabar sebagai sosok seorang Abah atau ayah bagi warga Jabar.
Abah adalah sosok yang mengayomi dan menjaga budaya, etik, dan religius dalam
merawat ikatan kebangsaan,"
Menurut
penuturan anggota Komisi I DPR RI dari Dapil Jabar I (Kota Bandung dan Kota
Cimahi), hasil dialog pasangan AMIN dengan masyarakat Jabar akan dijadikan
pegangan dalam upaya memajukan sistem demokrasi di Indonesia. Masalah yang
muncul dalam dialog termasuk perihal entitas Front Pembela Islam (FPI) dan
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
"Negara
ini adalah negara hukum dan hanya dapat mengatur tindakan, bukan pikiran.
Apabila tindakan yang dilakukan oleh organisasi tersebut melanggar hukum, maka
akan ditindak. Penekanan juga diberikan oleh Abah Anies bahwa keputusan yang
sudah berketetapan hukum, tetap harus dijalankan walaupun dianggap mengusik
nuansa demokrasi di Indonesia," tutur Farhan.
Juga
diuraikan oleh Ketua Badan Budaya DPP Partai NasDem bahwa sebagai wujud
penghargaan terhadap supremasi hukum di negara ini, penyelesaian setiap masalah
hukum tidak mengedepankan pendekatan politik kekuasaan, tetapi supremasi hukum
akan selalu diutamakan oleh pasangan AMIN. (JHL.7)