JAKARTA
(29 November): Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Amelia
Anggraini, mengatakan akar masalah konflik di Palestina adalah penjajahan oleh
Israel. Indonesia bersikap menolak eksistensi Israel dan mendukung penuh
kemerdekaan Palestina.
“Akar masalah konflik
Palestina sangatlah terang benderang, yaitu penjajahan. Penjajahan Israel atas
tanah Palestina,” tegas Amelia dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Solidaritas
Kemanusiaan untuk Mendukung Perjuangan Palestina: Peluang dan Tantangan’, di
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/11).
Legislator
Partai NasDem itu menekankan, berdasarkan fakta sejarah, Israel dibantu
negara-negara adidaya seperti Inggris dan Amerika Serikat menjarah tanah
Palestina.
“Maka dalam konteks
ini, sikap Indonesia tentu saja menolak eksistensi Israel,” tandas Amelia.
Penjajahan
Israel atas Palestina tidak sejalan dengan semangat konstitusi Indonesia yang mendukung
kemerdekaan bangsa-bangsa dan penghapusan penjajahan di dunia.
“Bahwa sesungguhnya
kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas
dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan
perikeadilan,” tegasnya.
Lebih
lanjut Amelia mengatakan, diperlukan langkah lebih masif untuk menghentikan
aksi kekerasan di Gaza. Upaya-upaya yang selama ini dilakukan belum cukup untuk
menghentikan genosida yang terjadi.
“Fakta bahwa telah
terjadi pembantaian atau genosida di Jalur Gaza. Tetapi dunia tidak mampu
menghentikan kekejaman yang masih berlangsung sampai dengan hari ini,” ujarnya.
Upaya
perdamaian Palestina dan Israel sudah ditempuh dengan berbagai perjanjian dan
kesepakatan, seperti Perjanjian Camp David 1978, KTT Madrid 1991, Kesepakatan
Oslo 1993-1995, KTT Annapolis 2007, dan Deal of The Century 2020.
“Namun konflik tidak
juga mereda, rangkaian kekerasan dan korban tewas puluhan ribu warga Palestina
yang tidak berdaya sungguh mengerikan. Apalagi kebanyakan dari pada korban
adalah masyarakat sipil yang paling banyak adalah anak-anak dan perempuan,” pungkasnya.
(yudis/*)