Jakarta (27/5). Harus
konsisten dilakukan Inkubasi bisnis ekonomi kreatif di sektor usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghidupkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi
baru di daerah.
"Kekayaan kerajinan, fesyen dan kuliner di
Tanah Air merupakan potensi ekonomi rakyat yang bisa dijadikan pendorong untuk
menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam
keterangan tertulisnya, Senin (27/5).
Tiga subsektor ekonomi
kreatif penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dicatat Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yaitu kriya (kerajinan tangan),
fesyen, dan kuliner.
Sementara itu kontribusi
sektor ekonomi kreatif terhadap PDB nasional pada 2022 tercatat Rp1.280
triliun, dengan kontribusi tenaga kerja 17,7?ri jumlah tenaga kerja
nasional, yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Dilihat dari catatan
tersebut, Lestari berpendapat, dorongan untuk menjalankan program inkubasi
bisnis kriya, fesyen dan kuliner bagi pelaku UMKM harus konsisten dilakukan.
Pasalnya, ucap Rerie,
sapaan akrab Lestari, terdapat banyak peluang terbuka yang memiliki potensi
bisnis dalam skala nasional, bahkan internasional.
Rerie yang juga anggota
Komisi X DPR RI dari Dapil Jawa Tengah II (Kudus, Demak, Jepara) itu menilai
besarnya peluang usaha itu harus diimbangi dengan jumlah pelaku wirausaha
sektor ekonomi kreatif yang mampu mewujudkan potensi yang ada menjadi bisnis
yang mampu membuka lapangan kerja.
Anggota Majelis Tinggi
Partai NasDem itu sangat berharap semua pihak, para pemangku kepentingan di
tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat jeli dan serius menyikapi berbagai
potensi usaha yang ada di sekitar mereka.
Di tengah era globalisasi yang
sarat persaingan saat ini, Menurut Rerie, menjemput setiap peluang untuk
menggerakkan ekonomi rakyat merupakan langkah strategis yang harus dilakukan,
agar terjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah.
(JHL.191)