Data News

NasDem Pertanyakan Penamaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Tidak Sesuai Rute

Jakarta, 6 juli. Proyek kereta cepat Jakarta Bandung menimbulkan polemik baru. Menurut Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw penamaan yang dilakukan tidak sesuai dengan rute yang disediakan. Ia menilai seharusnya tujuan akhir kereta cepat sampai di kota Bandung namun pada kenyataannya kereta cepat hanya sampai di Tegalluar.

Stasiun terakhir kereta cepat itu di mana Pak? Berapa jaraknya dari Tegalluar ke Kota Bandung?” tanya Roberth kepada Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

dalam rapat dengar pendapat tersebut Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal menyebut kereta cepat Jakarta-Bandung mempunyai rute operasi dari Stasiun Halim sampai dengan Stasiun Tegalluar saja. Hal ini yang kemudian dipertanyakan oleh Roberth mengingat jarak dari Stasiun Tegalluar menuju kota Bandung masih menyisakan 20 sampai 30 kilometer lagi.

Bagi Roberth ini berarti penamaan kereta cepat Jakarta-Bandung kurang tepat. Hal mendasar ini menurutnya karena dengan tersisa puluhan kilo jarak yang ditempuh seharusnya bukan Stasiun Tegalluar sebagai tujuan akhirnya. Selain Itu Roberth juga mempertanyakan transportasi yang terkoneksi antar Stasiun Tegalluar ke Kota Bandung.

Kalau Jakarta oke, konektivitasnya oke, tapi Bandung-nya Pak? Saya tidak habis pikir dipakai Jakarta-Bandung tapi tidak sampai Kota Bandung. Ini saya kira jadi catatan. Kasihan orang daerah yang mau ke Bandung dari Jakarta, ke Bandung masih puluhan kilo lagi. Tolong pemerintah jangan buat bingung masyarakat,” tukas Roberth.

Back to Top