Data News

Saan Mustopa bantu untuk penyelesaian sengketa tanah yang tertunda

Bandung, 8 November. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustopa, memimpin kunjungan kerja spesifik (kunspek) ke Kantor ATR/BPN Kota Bandung, dengan fokus pada menyelesaikan beberapa sengketa lahan yang berlarut-larut di kota tersebut. Saan Mustopa menekankan bahwa kunjungan tersebut adalah bagian dari fungsi pengawasan Komisi II untuk menyoroti penanganan kasus pertanahan dan pelaksanaan program strategis pertanahan di Kota Bandung.

"Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan Komisi II, kita akan fokuskan terkait pelaksanaan program strategis pertanahan dan juga penanganan kasus-kasus pertanahan yang ada di Kota Bandung," ujar Saan Mustopa.

Beberapa kasus sengketa tanah di Kota Bandung yang menjadi fokus perhatian Komisi II meliputi kasus antara PT KAI dan masyarakat di Kelurahan Garuda, sengketa lahan di Dago Elos antara Keluarga Muller & PT Dago Inti Graha dan masyarakat, sengketa kepemilikan lahan Kebun Binatang Bandung, dan sengketa yang melibatkan Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMK-JB) di Jalan Juanda.

"Jadi ini kasus-kasus yang melibatkan masyarakat banyak, yang telah berlangsung lama dan hingga saat ini belum terselesaikan," ungkapnya.

Meskipun ATR/BPN telah menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan sengketa tersebut, beberapa kasus mengalami hambatan karena keterlibatan pihak di luar pertanahan seperti penegak hukum.

"BPN juga mau menyelesaikan, kita bisa memfasilitasi untuk menyelesaikan tapi kalau ada pihak di luar BPN yang terkait, misalnya pengadilan, dan pengadilannya tidak kunjung memberikan kepastian hukum kan agak susah juga. Makanya kita akan cari jalan keluarnya biar semua pihak tidak ada yang merasa dirugikan,” tegas Saan.

Saan Mustopa menekankan urgensi menyelesaikan masalah tersebut karena berlarut-larutnya sengketa dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk pendidikan.

"Jangan berlarut-larut nanti yang menjadi korban banyak lah. Dari ketidakpastian ini korbannya banyak. Masalah ini menyangkut banyak hal termasuk pendidikan," tandasnya.

Back to Top