Data News

Rico Sia dan BRIN gelar pelatihan pengelolaan pakan ternak bagi peternak di Papua Barat

Aimas, 25 Januari. Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia, bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bekerja sama dalam melatih peternak di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan peternak cara mengolah bahan baku lokal menjadi pakan ternak yang sehat dan bergizi.

"Program pelatihan ini merupakan bagian dari aspirasi DPR RI yang bekerja sama dengan BRIN untuk meningkatkan kapasitas peternak di wilayah Kabupaten Sorong, sehingga mereka mampu mengolah bahan baku lokal menjadi pakan ternak yang sehat dan bergizi,” ungkap Rico Sia

Rico menekankan bahwa pelatihan ini memberikan peluang bagi peternak untuk memaksimalkan bahan baku lokal yang melimpah di Kabupaten Sorong, sekaligus membuka potensi bisnis baru dari hasil pengolahan tersebut. Dia menyadari bahwa peternak seringkali hanya memberikan pakan tanpa proses pengolahan yang baik karena kurangnya pengetahuan.

"Pakan ternak seperti rumput dan umbi-umbian sangat melimpah di Kabupaten Sorong. Namun, peternak tidak memiliki kemampuan pengolahan yang maksimal untuk memanfaatkan potensi itu," urainya.

Pelatihan ini diikuti oleh 150 orang peternak yang terdiri dari berbagai sektor, seperti sapi, ikan, ayam, bebek, dan lainnya. Rico berharap bahwa melalui pelatihan ini, para peternak dapat mengoptimalkan pengolahan bahan baku lokal menjadi pakan ternak yang berkualitas.

Peneliti Ahli Madya BRIN, Wisri Puatuti, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara DPR RI dan BRIN untuk meningkatkan pemahaman peternak tentang pengolahan pakan ternak berbahan baku lokal. Menurutnya, pengolahan pakan ternak memiliki dampak positif terhadap selera makan ternak serta daya tahan tubuh mereka.

"Pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengolahan pakan ternak, pengelompokan sumber pakan, formulasi pakan hingga mencapai hasil maksimal. Kami juga memberikan praktik pembuatan pakan ternak menggunakan fasilitas canggih untuk menghasilkan pakan berkualitas," ungkap Puatuti.

Back to Top