Data News

Sugeng Suparwoto prihatin dengan penurunan produksi migas di blok Cepu

Jakarta, 8 November. Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyampaikan keprihatinannya terkait penurunan produksi lapangan minyak dan gas (migas) di Indonesia, khususnya di Blok Cepu, meskipun usianya masih tergolong muda.

Menurut catatan yang disampaikan Sugeng, Blok Cepu pada tahun 2021 mencapai puncak produksi sebanyak 230 ribu barel per hari (bph). Namun, saat ini, produksinya terus mengalami penurunan yang signifikan.

"Puncaknya 230 ribu bph tetapi sekarang turun. Memang karena tiadanya eksplorasi yang signifikan, tidak ditemukannya sumber-sumber baru, maka sekarang itu Indonesia di hulu backbone kita tinggal dua blok yakni Rokan dan Cepu," ujar Sugeng.

Sugeng menyampaikan rasa syukur bahwa Blok Rokan yang kini dikelola oleh Pertamina tetap stabil dengan produksi mencapai 164 ribu bph. Namun, untuk Blok Cepu yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), produksi migas saat ini hanya mencapai 160 ribu bph.

"Kita targetkan lifting minyak kita di 660 ribu bph tetapi sebagaimana juga laporan lifting hampir setiap minggunya memang sulit dicapai," ungkapnya.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya eksplorasi baru dalam industri migas untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi. Sugeng menyoroti bahwa minimnya eksplorasi dalam menemukan sumber-sumber baru menjadi faktor utama dari penurunan produksi migas, dan hal ini menjadi tantangan utama yang harus segera ditangani.

Back to Top