Data News

Sensus Ekonomi 2026 Instrumen Utama Pembangunan Menuju Indonesia Emas

Rantepao, (13/10). Ditekankan oleh Eva Stevany Rataba, Anggota Komisi X DPR RI, mengenai pentingnya sensus ekonomi sebagai instrumen utama negara, dalam memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi dan dinamika ekonomi nasional.

“Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pengumpulan data, melainkan upaya besar negara untuk menyiapkan dasar pembangunan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045,” kata Eva dalam sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026 sekaligus Peningkatan Literasi Statistik Masyarakat, di Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Senin (13/10/2025).

Kegiatan itu dihadiri oleh perwakilan Komisi X DPR RI, sebagai bentuk sinergi antara lembaga legislatif dan BPS, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya data statistik bagi pembangunan nasional.

Tujuan acara tersebut dilaksanakan, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan tentang pentingnya partisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 serta meningkatkan literasi statistik agar masyarakat lebih cerdas dalam memahami dan menggunakan data.

Menurut Eva, melalui sensus ekonomi, pemerintah akan mendapatkan data komprehensif mengenai struktur ekonomi nasional, perkembangan sektor formal dan informal, serta potensi UMKM di seluruh wilayah Indonesia.

“Data yang akurat akan menjadi dasar kebijakan ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berbasis bukti. Tanpa data yang valid, kebijakan hanya bersifat spekulatif dan tidak menyentuh persoalan masyarakat,” tegasnya.

Ditekankan juga olehnya, mengenai pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan data yang benar pada saat sensus berlangsung. “Mari kita bersama-sama memberikan data yang benar, karena setiap angka yang kita sampaikan akan menjadi dasar pembangunan daerah dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Selain itu, disoroti juga oleh Legislator Partai NasDem itu, mengenai pentingnya meningkatkan literasi statistik di era digital. “Di tengah banjir informasi, masyarakat bisa menjadi miskin informasi bila tidak mampu memahami data secara benar. Literasi statistik bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi juga seluruh komponen bangsa,” katanya.

Eva juga mengajak seluruh pihak  pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan media untuk terus bersinergi.

“Data yang berkualitas lahir dari kolaborasi yang berkualitas. Data akurat melahirkan kebijakan yang tepat, dan kebijakan yang tepat akan membawa kesejahteraan bagi rakyat,” tutupnya.

Sementara itu, disampaikan oleh Kepala BPS Kabupaten Toraja Utara, Mansyur Majang, bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda besar nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali oleh BPS.

“Sensus ini memiliki arti penting karena akan menyediakan data menyeluruh mengenai karakteristik dan rincian seluruh dunia usaha, kecuali di bidang pertanian. Termasuk di dalamnya pendataan UMKM serta dinamika ekonomi nasional hingga ke daerah, seperti di Kabupaten Toraja Utara,” jelasnya.

Mansyur Majang juga menyampaikan apresiasi kepada Eva, atas dukungannya terhadap kegiatan BPS di Toraja Utara.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPS sangat penting untuk mewujudkan Toraja Utara yang maju, makmur, dan menyenangkan menuju Indonesia Emas,” ujarnya. (JHL.809)

Back to Top