Data News

Taufik Basari ingin Presiden Jokowi jaga kemandirian partai politik

Jakarta, 19 September. Anggota Komisi III DPR RI, Taufik Basari, mengungkapkan keprihatinannya terkait pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengklaim memiliki data intelijen tentang partai politik (parpol). Taufik menegaskan perlunya menjaga independensi parpol dan mencegah intervensi dari pihak manapun, termasuk Presiden.

"Dalam negara demokratis, kita tidak boleh berharap data intelijen digunakan untuk kepentingan praktis. Presiden harus bisa membatasi diri terkait data tersebut," kata Taufik.

Taufik, yang merupakan legislator dari Partai NasDem, menyoroti potensi skandal politik jika data intelijen parpol disalahgunakan. Dalam sebuah negara demokratis, seperti Indonesia, kebebasan dan integritas parpol adalah pilar penting dalam menjaga stabilitas politik dan sistem demokrasi.

Menurut Taufik, kepemilikan data intelijen semacam itu oleh Presiden dapat menjadi ancaman terhadap demokrasi. Sebagai pemegang amanah konstitusi, Presiden harus menjalankan tugasnya dengan berdasarkan prinsip-prinsip konstitusi, termasuk tidak menggunakan data intelijen tersebut untuk kepentingan politik.

"Presiden harus mengerti batas-batas kekuasaannya dan berperilaku dengan integritas yang tinggi. Kita berharap Presiden Jokowi dapat bersikap sebagai seorang negarawan," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa ia memiliki data intelijen tentang parpol dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat. Namun, Taufik Basari dan sejumlah anggota parlemen lainnya menekankan bahwa independensi parpol dan integritas proses politik adalah hal yang sangat penting dalam menjaga demokrasi yang kuat di Indonesia.

Back to Top