Data News

Felly Runtuwene kritik kurang seriusnya penanganan stunting pemkot Bekasi

Bekasi, 22 September. Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Bekasi yang dianggap kurang serius dalam menangani masalah stunting. Komisi IX memberikan peringatan keras dan merasa perlu memanggil Wali Kota Bekasi sebagai respons terhadap ketidakhadiran perwakilan Pemkot Bekasi dalam pertemuan yang telah dijadwalkan.

 

Pertemuan antara Komisi IX DPR RI dan Pemerintah Kota Bekasi telah dijadwalkan untuk membahas masalah stunting di kota tersebut pada Kamis (21/9). Namun, ketika Felly dan rombongan tiba di Bekasi, tidak ada satu pun perwakilan dari Pemkot Bekasi yang hadir.

 

"Kami sudah di sini, tidak ada satu pun perwakilan dari Pemerintah Kota Bekasi. Sementara tim kami dengan Kementerian Kesehatan, Bu Dirjen (Kemenkes) batal ke Aceh hanya untuk acara ini. Tapi sangat disayangkan, tentunya kami merasa tidak diindahkan, ya," ujar Felly

 

Angka stunting di Kota Bekasi mencapai 4.575 anak pada tahun 2022, meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini dianggap masih tinggi mengingat Bekasi berada di sekitar wilayah metropolitan Jakarta.

Felly menjelaskan bahwa Komisi IX DPR RI ingin mengkaji secara menyeluruh permasalahan stunting, yang masih menjadi tantangan serius bagi Indonesia. Oleh karena itu, tindakan Pemkot Bekasi yang tidak menghadiri pertemuan ini sangat disayangkan.

 

Ketua Komisi IX menegaskan bahwa mereka akan memanggil Wali Kota Bekasi ke DPR RI untuk memberikan penjelasan. Tujuannya adalah agar pemerintah daerah di seluruh Indonesia tidak mengabaikan pertemuan dengan DPR RI, terutama dalam pembahasan hal-hal penting yang menjadi perhatian bersama.

 

"Kami akan memanggil Wali Kota (Bekasi) ke Komisi IX dan kami butuh penjelasan itu, langsung peringatan keras. Kami hadir di sini bukan suka-suka anggota DPR RI, tapi ada aturan, ada UU untuk kami memindahkan rapat dari Komisi IX  ke Kota Bekasi. Ini harus jadi perhatian pemerintah daerah seluruh Indonesia," tegasnya. 

Back to Top