Data News

Tingkatkan Budaya Membaca Masyarakat untuk Lahirkan Generasi Berdaya Saing

Jakarta, (02/1). Dorong peningkatan budaya membaca sebagai bagian upaya penguatan literasi generasi penerus bangsa dan bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

"Budaya membaca anak bangsa harus terus dibangun agar generasi penerus memiliki kemampuan yang memadai menghadapi berbagai tantangan dalam setiap proses pembangunan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/1/2026).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hanya 44,56% siswa yang memanfaatkan perpustakaan atau taman bacaan masyarakat (TBM) sepanjang tahun 2024. Dilihat dari jenjang pendidikan, kunjungan siswa SD ke perpustakaan paling rendah, yakni hanya 37,31%, disusul oleh mahasiswa (41,59%). Sementara itu, siswa SMP dan SMA menunjukkan angka lebih tinggi, masing-masing 52,01?n 55,32%.

Selaras dengan itu, survei dari GoodStats yang dilakukan pada Januari hingga Februari 2025 terhadap 1.000 responden menyatakan bahwa hanya 20,7% masyarakat Indonesia rutin membaca setiap hari.

Sejumlah faktor utama penyebab rendahnya minat baca itu adalah kurangnya waktu, minimnya motivasi pribadi, dan tergantikannya buku oleh konten digital seperti video, media sosial, serta informasi cepat dari internet.

Menurut Lestari, sejumlah catatan tersebut harus benar-benar dicermati pihak-pihak terkait agar minat baca generasi penerus bangsa itu dapat konsisten ditumbuhkan.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa sejumlah langkah dengan  strategi yang tepat harus segera dilakukan agar berbagai kendala yang menyebabkan rendahnya minat baca dapat diatasi.

Diharapkan oleh Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, budaya membaca dapat ditumbuhkan sejak dini mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.

Ditegaskan oleh Rerie, tentu saja sangat diharapkan partisipasi aktif para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat untuk mendukung upaya tersebut.

Disampaikan oleh Rerie, bahwa ketersediaan dan kemudahan akses terhadap buku-buku yang berkualitas, variatif, relevan, dan menarik, sangat dibutuhkan.

Selain itu, ditambah olehnya, bahwa penting juga membangun budaya membaca melalui ketersediaan waktu khusus untuk membaca buku bagi peserta didik di sekolah.

Diharapkan juga oleh Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, pihak-pihak terkait dengan berbagai upaya mulai aktif membangun budaya membaca masyarakat di wilayahnya masing-masing, sebagai bagian upaya melahirkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan. (JHL.939)

Back to Top