Jakarta, 31
Agustus 2023 - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yessy
Melania, memfokuskan perhatiannya pada isu food loss dan food waste yang saat
ini menjadi sorotan global. Jumlah besar sampah makanan di Indonesia
mencerminkan masalah belum optimalnya rantai pangan di negara ini.
Indonesia
tercatat sebagai salah satu penghasil sampah makanan terbesar di dunia, dengan
jumlah mencapai 23-48 juta ton setiap tahun. Dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR
dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di kompleks parlemen, Yessy
menyampaikan keprihatinannya atas paradoks ini.
Food loss
merujuk pada penurunan kualitas makanan selama proses rantai pasokan, dari
produksi hingga distribusi. Di sisi lain, food waste adalah makanan berkualitas
yang dibuang atau kedaluwarsa. Yessy menganggap jumlah besar sampah makanan ini
sebagai indikator rendahnya efisiensi rantai pangan Indonesia, memerlukan
perhatian dari lembaga yang memiliki kewenangan dalam hal ketahanan pangan.
Lebih lanjut,
Yessy mengusulkan pemanfaatan food loss dan food waste sebagai pupuk organik
untuk mengatasi masalah kelangkaan pupuk. Ia menyoroti potensi besar dalam
mengubah limbah makanan menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian.
“Nah ini saya berpikir simpel. Kita juga ada
persoalan pupuk langka terus. Ketika pulang ke dapil juga semua anggota akan
diserang dengan pertanyaan itu. Kenapa kita tidak mencoba mengajak kawan-kawan
muda yang punya potensi mengolah food loss dan food waste menjadi pupuk
organik? Ini kan punya potensi besar. Kita bisa membantu meminimalisasi
persoalan pupuk,” tuturnya.
Yessy juga
mengingatkan akan kurangnya sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya
kurangnya partisipasi petani muda. Ia meminta pemerintah untuk lebih
memperhatikan pelatihan dan pendidikan bagi generasi muda yang berminat
terlibat dalam pertanian. Menurutnya, saat ini banyak petani berusia di atas 50
tahun, sementara minat generasi muda untuk bekerja di sektor ini masih minim.